Everton Ancam Rekor Mancini

Kompas.com - 17/01/2010, 01:19 WIB

LIVERPOOL, KOMPAS.com - Pemain Everton, Steven Pienaar dan Louis Saha, mencetak gol yang mengantar Everton unggul 2-0 atas Manchester City pada babak pertama duel lanjutan Premier League, di Goodison Park, Sabtu (16/1/2010). Hasil ini membuat City terancam menelan kekalahan pertama semenjak ditangani pelatih Roberto Mancini.

Mancini melatih City sejak 19 Desember silam. Bersamanya, City telah mengarungi empat laga dan selalu menang. Mereka pun ingin menjadikan Everton sebagai korban kelima mereka. Sayang, jangankan memimpin, untuk sekadar mengimbangi permainan Everton saja, City kesulitan.

Memang, di menit-menit awal, City sempat menggebrak dan mencoba melakukan tekanan. Namun, setelah sempat memberikan ancaman tak berarti melalui Martin Petrov di menit kedua, City tak lagi mampu mengembangkan permainan dan lebih banyak bertahan.

Hal itu merupakan dampak dari soliditas dan rapinya koordinasi permainan Everton di setiap lini. Sementara barisan bek tampil disiplin, para gelandang dan penyerang mampu membangun permainan umpan-umpan pendek dan penguasaan bola Everton.

Perlahan namun pasti, Everton makin mendominasi permainan dan mulai rajin menebar ancaman ke gawang Shay Given. Sayang, buruknya penyelesaian akhir membuat sejumlah peluang emas terbuang sia-sia.

Meski begitu, Everton berusaha mempertahankan keunggulan performa mereka atas tim tamu. Kerja keras dan ketekunan itu akhirnya membuahkan keunggulan 1-0 berkat gol Steven Pienaar di menit ke-36. Dipercaya mengambil tendangan bebas, Pienaar mengirim bola ke sudut kanan bawah gawang Given.

Tak mau kehilangan momen, Everton melanjutkan intimidasi mereka kepada barisan belakang City. Gempuran Everton membuat bek City kalang kabut dan kehilangan fokus. Ketidaksiapan City berujung bencana penalti, menyusul pelanggaran Micah Richards kepada Louis Saha di menit ke-45.

Saat itu, Saha menguasai bola di kotak penalti. Richards yang mengawalnya terlihat menarik baju Saha. Wasit menyatakan pelanggaran dan menghadiahkan penalti kepada Everton.

Saha yang dipercaya melakukan eksekusi berhasil menunaikan tugas dengan baik. Sepakannya ke tengah gawang gagal dihalau oleh Given. Gol itu langsung disusul bunyi peluit turun minum.

Sepanjang babak pertama, Everton membukukan 53 persen penguasaan bola dan melepaskan lima tembakan tepat ke gawang dari sebelas usaha. City sendiri mampu membuat tiga peluang emas dari lima kali percobaan. (*)

Susunan pemain:
Everton:
Howard; Baines, Distin, Heitinga, Neville; Bilyaletdinov, Pienaar, Fellaini, Donovan; Cahill, Saha
City: Given; Garrido, Kompany, Richards, Zabaleta; Bellamy, Barry, De Jong, Petrov; Tevez; Cruz

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau