Pemerintah Kurang Berdialog dengan Rakyat Papua

Kompas.com - 17/01/2010, 19:59 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Upaya mengedepankan dialog adalah komitmen yang harus diwujudkan bersama demi menciptakan Papua yang aman dan kondusif. Demikian disampaikan Wakil Ketua Komnas HAM Papua Matius Murib, dalam jumpa pers di Sekretariat Kontras (Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan), Jakarta, Minggu (17/1/2010).

Hal tersebut menurutnya menjadi penting untuk dilakukan melihat penurunan drastis di bidang hak asasi manusia, dimana penegakan hukum dan keamanan di Papua menjadi memprihatinkan. "Marilah kita duduk bersama, bicara hak kita sebagai warga, tapi apa pemerintah bersedia atau tidak itu yang menjadi penting sekarang," katanya.

Lanjut Matius Murib, pemerintah dapat melakukan dialog kapan saja dengan warganya. "Tetapi kalau sebelum dialog sudah terjadi kekhawatiran itu yang soal," tandasnya. Pemerintah, kata dia, memiliki keraguan lantaran khawatir apakah dialog akan menyelesaikan persoalan atau justru menambahnya. "Pemerintah harusnya berani dong buka diri dengan rakyatnya," pungkasnya.

Sampai saat ini, untuk merealisasikan dialog tersebut, warga Papua yang didominasi oleh warga pendatang tersebut sedang berkonsolidasi untuk mencapai kesamaan pendapat di kalangan internal warga. Seperti diwartakan sebelumnya, Kontras dan Komisi Nasional HAM Papua menilai terjadinya penurunan drastis terhadap situasi HAM di Papua pada 2009. Rangkaian peristiwa kekerasan di Papua antara lain terjadi karena pengibaran Bendera Bintang Kejora, konflik antar warga, penganiayaan tahanan politik, dan penembakan warga sipil.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau