PORT-AU-PRINCE, KOMPAS.com - Memasuki hari kelima pasca bencana gempa bumi 7 SR, yang melanda Haiti, beberapa negara mulai mendata dan melaporkan warga negaranya yang meninggal, terluka, maupun hilang.
Ada sekitar 21 negara yang memberi data sementara korban meninggal, terluka, maupun hilang. Antigua and Barbados, melaporkan dua warganya hilang. Warganegara Australia satu meninggal dunia. Brasilia 15 warganya meninggal, lima dikabarkan hilang.
Kanada melaporkan tujuh orang meninggal dunia, 1.362 orang hilang. Chili kehilangan empat warganegaranya. Kostarika dua orang hilang. Denmark satu orang relawan PBB hilang.
Republik Dominika melaporkan enam orang warganya tewas. El Salvador satu warganya hilang. Perancis melaporkan 12 warganegaranya meninggal, namun pihak pemerintah memperkirakan jumlah warga negara perancis yang tewas bisa menjadi 20-30 orang.
Germany melaporkan satu orang tewas, sekitar 30 orang diperkirakan hilang. Negara Italia memastikan satu warganya tewas, namun kemungkinan masih bertambah sekitar tiga orang tewas, ini menunggu konfirmasi, masih ada 10 orang yang belum terdata.
Mexico melaporkan satu orang meninggal, sementara sekitar 40 hingga 80 warganegara Meksiko, yang tinggal di Haiti, dilaporkan tidak jelas nasibnya. Belanda melaporkan tiga warganya terluka, termasuk anak-anak, sementara 18 orang dinyatakan hilang.
Peru melaporkan satu orang tewas. Polandia melaporkan empat warganya hilang. Spanyol melaporkan dua warganya tewas dan sekitar 24 orang belum terdata apakah tewas atau hilang.
Tunisia hingga saat ini baru menyatakan satu warganya tewas yaitu pimpinan misi perdamaian PBB di Haiti, Hedi Annabi.
Amerika Serikat melaporkan 15 orang tewas, sementara tiga karyawan pemerintah AS dinyatakan hilang. Ada sekitar 45,000 lebih warganegara Amerika berada di negara ini.
Uruguay melaporkan tiga warganya hilang. PBB melaporkan 30 orang sukarelawan perdamaian tewas, sementara sekitar 330 lebih dikabarkan hilang. Data yang dirilis PBB merupakan data sementara, karena ada kemungkinan data tersebut masuk kedalam hitungan negara masing-masing.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang