Golkar Tak Terpikir Copot Bambang Soesatyo

Kompas.com - 18/01/2010, 00:05 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Meskipun dinilai vokal dan cenderung sering melontarkan pernyataan yang berani dan kontroversial, hingga kini Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai dan Fraksi Golkar tidak pernah terpikir untuk mencopot dan memindahkan anggota Panitia Khusus DPR tentang Bank Century, yang juga anggota Komisi III DPR, Bambang Soesatyo.

Pernyataan anggota Legislatif dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah itu, dinilai masih berada dalam koridor yang digariskan DPP Partai dan Fraksi Golkar. Demikian disampaikan Ketua DPP Partai Golkar Bidang Legislatif dan Lembaga-Lembaga Politik, yang kini menjadi Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso, saat ditanya Kompas di Jakarta, Minggu (17/1/2010).

"Apa yang disampaikan Bambang selama ini masih dalam koridor yang digariskan partai. Tidak apa-apa. Asalkan, kalau menyinggung hal-hal yang strategis bagi partai, Bambang harus mengeluarkan pernyataan yang terukur. Sebab, jika tidak terukur, bisa dipersepsi berbeda oleh pihak lain," tandas Priyo.

Partai Golkar, tambah Priyo, tidak akan melarang, apalagi meredam anggota DPR menjalankan fungsi kontrolnya melalui pernyataan dalam berbagai rapat atau pansus untuk membuat pemerintahan ini semakin baik.

Selama ini, Bambang beberapa kali tercatat melontarkan pernyataan yang dinilai cukup berani dan bisa membuat mitra koalisi Partai Golkar, yaitu Partai Demokrat selaku partai pemerintah, gerah. Pernyataan Bambang itu di antaranya mengenai tidak adanya koalisi antara Partai Golkar dan Partai Demokrat. Disebutnya, koalisi yang ada adalah antara Partai Golkar dengan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). Saat kader-kader Partai Demokrat gerah dan bereaksi, Bambang menyatakan konteks pernyataannya itu adalah konteks saat koalisi di saat pemilihan Presiden dan Wakil Presiden lalu, yaitu antara Partai Golkar dan Partai Hanura.

Pernyataan Bambang yang cukup keras lainnya adalah soal usulannya agar Pansus DPR mengundang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk meminta sejumlah penjelasan terkait soal kehadiran Ketua Unit Kerja Presiden untuk Pengawasan Program Reformasi dalam rapat Komite Stabitas Sistem Keuangan (KSSK) dan hal-hal lainnya.

Bambang sendiri mengaku hingga kini tidak dicopot oleh fraksi maupun partainya. Bahkan, setahunya tidak ada rekannya di Pansus DPR yang dipindahkan sebagaimana isu yang berkembang selama ini.

"Saya sudah bertemu dan mengklarifikasi pernyataan saya dengan Ketua Umum DPP Partai Golkar, tidak ada masalah, sudah clear," lanjut Bambang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau