Partai Koalisi Terkesan Tidak Loyal

Kompas.com - 18/01/2010, 09:33 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengamat politik Sukardi Rinakit menilai, partai koalisi pemerintahan saat ini terkesan tidak 100 persen loyal kepada Presiden Susilo Bambang Yuhdoyono.
     
Ia mengatakan hal itu di Jakarta, Senin (18/1/2010), sehubungan dengan pernyataan Presiden SBY yang berencana mengevaluasi kinerja kabinet pasca-100 hari kerja mereka.
     
"Karena itu, saya berulang kali mengatakan, evaluasi kabinet dan partai koalisi memang bisa menjadi tekanan psikologis bagi menteri dan partai (anggota koalisi) bersangkutan," ujarnya.
     
Sukardi menambahkan, evaluasi kinerja kabinet merupakan salah satu cara Presiden menekan partai koalisi karena memang terkesan tidak 100 persen loyal. "Kalau soal reshuffle, saya kira tidak akan ada reshuffle kabinet dalam 100 hari pemerintahan SBY ini," katanya saat disodori pertanyaan, akankah ada menteri yang diganti karena kinerjanya buruk.
     
Kondisi politik yang kurang bersahabat, seperti fenomena "Cicak vs Buaya", gerakan antikorupsi di mana-mana, penjara "mewah" Ayin, dan skandal Bank Century, menuru dia, membuat SBY berhati-hati. "Melakukan reshuffle berarti menambah panas suhu politik," katanya.
     
Sementara itu, terhadap pertanyaan menteri-menteri mana yang cukup signifikan kinerjanya selama 100 hari ini, ia menilai, tidak ada informasi komprehensif kepada publik tentang implementasi program 100 hari mereka. "Jadi, kesannya mereka masih sebatas memetakan persoalan dan belum melakukan aksi kebijakan," kata Sukardi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau