Soal Sri Mulyani, SBY Tidak Pernah Lakukan "Deal" Politik dengan Bakrie

Kompas.com - 18/01/2010, 14:24 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Rumor bahwa Menteri Keuangan Sri Mulyani akan dicopot, Februari, tidak benar. Presiden SBY tidak pernah melakukan deal politik dengan Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie.

Hal ini diungkapkan oleh Staf Khusus Kepresidenan Andi Arief di Jakarta, Senin (18/1/2010). "Tidak benar itu (soal pemecatan Sri Mulyani)," ujar Andi.

Saat ini tersiar kabar bahwa Menteri Keuangan Sri Mulyani akan "dikorbankan" terkait pengucuran dana sebesar Rp 6,7 triliun. Sebagai gantinya, Anggito Abimanyu akan memegang jabatan Menkeu.

Alasan mantan Ketua KSSK itu diganti disebut-sebut karena banyak yang kecewa dengan keputusan Sri Mulyani menyelamatkan bank kecil, Bank Century.

Isu pencopotan ini disebut-sebut hasil kesepakatan antara Aburizal dan Presiden SBY pada Minggu (17/1/2010).

Menanggapi kabar tersebut, Andi Arief menegaskan, Presiden SBY tidak melakukan pertemuan dengan Ical, sapaan akrab Aburizal Bakrie, kemarin. Presiden sedang fokus dalam 100 hari program pemerintah.

"Sri Mulyani tetap pada posisinya. Tidak ada yang dikorbankan atau ada yang kecewa. Presiden ingin kasus Century terang benderang," ujar Andi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau