Mari Mengaku Sudah Minta Renegosiasi ACFTA

Kompas.com - 18/01/2010, 15:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu membantah tudingan bahwa ia enggan melakukan langkah pengajuan negosiasi ulang perjanjian perdagangan bebas (FTA) ASEAN-China. Menurutnya, proses renegosiasi FTA ASEAN-China melalui tahap informal dulu dengan menjalin komunikasi dan juga pengiriman surat tertulis. "Diluar surat diberitakan, disampaikan juga secara informal komunikasi kita untuk bahas concern Indonesia untuk beberapa sektor," kata Mari Elka Pangestu, Senin (18/1/2010).

Mari bilang, pemerintah sudah menyampakan apa yang menjadi keberatan dari beberapa sektor yang ada di Indonesia. Namun Mari mengaku proses yang dilakukan untuk mencarikan jalan keluar terhadap sektor yang menjadi keberatan Indonesia. "Komunikasi itu intinya bahas dan solusi dan win-win terhadap concern Indonesia," jelasnya.

Menurut Mari, dirinya akan mempublikasikan hasil komunikasi yang dilakukan kepada sekretariat ASEAN. Ia menyebutkan agar tidak ada interpretasi yang salah terhadap sikap yang dilakukan pemerintah, karena proses komunikasi yang dilakukan sudah dibahas dengan asosiasi pengusaha.

"Pemerintah bahas ini dengan KADIN dan APINDO," jelasnya. "Saya ingin memperjelas, agar tidak ada intepretasi yang salah terhadap apa yang selama ini dilakukan oleh pemerintah," kata Mari yang belum mau memberikan detail komunikasi yang dilakukan.  (Asnil Bambani Amri/Kontan)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau