Kota Kabul Pulih, 5 Tewas

Kompas.com - 18/01/2010, 19:13 WIB

KABUL, KOMPAS.com — Sedikitnya lima orang tewas dalam pertempuran sengit selama tiga jam antara militan Taliban dan tentara Afganistan di pusat kota Kabul, Senin (18/1/2010). Kondisi Kabul kini terkendali dan pulih setelah penduduk kota dilanda ketakutan.

"Musuh-musuh rakyat Afganistan melancarkan serangan-serangan hari ini, yang menimbulkan ketakutan di kalangan penduduk," kata Presiden Afganistan Hamid Karzai dalam sebuah pernyataan.

"Presiden mengutuk serangan-serangan teroris ini dan menginstruksikan pihak keamanan untuk meningkatkan keamanan di kota dan melakukan tindakan untuk menangkap mereka yang bertanggung jawab atas serangan-serangan kejam dan tidak patriotik ini," lanjut pernyataan tersebut.

"Presiden kembali menjamin penduduk bahwa pemerintah bertanggung jawab atas keamanan jiwa dan aset-aset mereka, dan tidak akan segan-segan melakukan tindakan menyangkut hal ini."

Sebelumnya, juru bicara Kementerian Kesehatan mengatakan, paling tidak 18 orang cedera dalam kontak senjata yang meletus antara gerilyawan Taliban dan pasukan keamanan di tengah kota Kabul itu. Taliban melancarkan serangkaian serangan ke gedung-gedung pemerintah dan pusat-pusat perbelanjaan di kota itu, yang memicu pertempuran dengan pasukan keamanan. Seorang juru bicara Kementerian Dalam Negeri mengatakan, dua pengebom meledakkan bom yang dililit di badan mereka dan dua lainnya tewas dalam baku tembak.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau