JAKARTA, Kompas.com - Taufik Hidayat menjadi satu-satunya pemain Indonesia yang tampil di sektor tunggal putra Malaysia Terbuka Super Series, yang mulai bergulir 19-24 Januari. Jadi, wajar jika publik pecinta bulu tangkis di Tanah Air mengharapkan mantan pemain Pelatnas Cipayung tersebut bisa membawa pulang gelar dari turnamen berhadiah 200.000 dollar tersebut.
Hanya saja, perjuangan Taufik yang menjadi unggulan ketiga ini pasti sangat berat karena dia berada di jalur yang sangat terjal untuk menuju final. Ya, di babak pertama saja, peraih medali emas Olimpiade Athena ini dipastikan harus berjuang ekstra keras untuk meraih tiket babak kedua, lantaran bertemu pemain muda Denmark yang sedang on-fire, Jan O Jorgensen.
Memang, Taufik memiliki peluang yang jauh lebih besar untuk mengalahkan Jorgensen. Tetapi, performa pemain berusia 22 tahun ini terus membaik, yang dibuktikannya dengan menjadi juara Copenhagen Masters pada akhir Desember lalu, setelah lebih dulu menyingkirkan Simon Santoso di semifinal.
Jika berhasil melewati adangan Jorgensen, Taufik masih bisa sedikit bernafas lega karena "hanya" melawan pemenang antara pemain Perancis Eric Pang melawan pemain kualifikasi. Nah, di sini mungkin menjadi langkahnya yang paling ringan, karena di perempat final Taufik kemungkinan besar bertemu dengan unggulan delapan asal China yang mengalahkannya di final Jepang Terbuka Super Series tahun lalu, Bao Chunlai--Chunlai juga yang taklukkan Taufik di Final Super Series bulan Desember lalu.
Dari adangan Chunlai, jika Taufik masih bertahan, maka di semifinal dia hampir pasti akan menghadapi musuh bebuyutannya yang sekarang menjadi pemain nomor satu dunia, Lee Chong Wei. Ini bakal jadi sandungan terbesar Taufik, apalagi Chong Wei yang akhir pekan lalu menjadi juara Korea Terbuka Super Series, sedang dalam kondisi puncak untuk menyapu gelar di setiap turnamen yang diikutinya dan bermain di depan publik sendiri.
Dengan kenyataan ini, sulit rasanya Indonesia membawa pulang gelar dari Malaysia. Satu-satunya harapan yang bisa diandalkan adalah di sektor ganda campuran, melalui pasangan Nova Widianto/Liliyana Natsir. Hanya saja, beban yang dipikul pasangan peraih medali perak Olimpiade Beijing 2008 ini pasti sangat berat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang