Taufik di Jalur Sangat Terjal

Kompas.com - 18/01/2010, 22:12 WIB

JAKARTA, Kompas.com - Taufik Hidayat menjadi satu-satunya pemain Indonesia yang tampil di sektor tunggal putra Malaysia Terbuka Super Series, yang mulai bergulir 19-24 Januari. Jadi, wajar jika publik pecinta bulu tangkis di Tanah Air mengharapkan mantan pemain Pelatnas Cipayung tersebut bisa membawa pulang gelar dari turnamen berhadiah 200.000 dollar tersebut.

Hanya saja, perjuangan Taufik yang menjadi unggulan ketiga ini pasti sangat berat karena dia berada di jalur yang sangat terjal untuk menuju final. Ya, di babak pertama saja, peraih medali emas Olimpiade Athena ini dipastikan harus berjuang ekstra keras untuk meraih tiket babak kedua, lantaran bertemu pemain muda Denmark yang sedang on-fire, Jan O Jorgensen.

Memang, Taufik memiliki peluang yang jauh lebih besar untuk mengalahkan Jorgensen. Tetapi, performa pemain berusia 22 tahun ini terus membaik, yang dibuktikannya dengan menjadi juara Copenhagen Masters pada akhir Desember lalu, setelah lebih dulu menyingkirkan Simon Santoso di semifinal.

Jika berhasil melewati adangan Jorgensen, Taufik masih bisa sedikit bernafas lega karena "hanya" melawan pemenang antara pemain Perancis Eric Pang melawan pemain kualifikasi. Nah, di sini mungkin menjadi langkahnya yang paling ringan, karena di perempat final Taufik kemungkinan besar bertemu dengan unggulan delapan asal China yang mengalahkannya di final Jepang Terbuka Super Series tahun lalu, Bao Chunlai--Chunlai juga yang taklukkan Taufik di Final Super Series bulan Desember lalu.

Dari adangan Chunlai, jika Taufik masih bertahan, maka di semifinal dia hampir pasti akan menghadapi musuh bebuyutannya yang sekarang menjadi pemain nomor satu dunia, Lee Chong Wei. Ini bakal jadi sandungan terbesar Taufik, apalagi Chong Wei yang akhir pekan lalu menjadi juara Korea Terbuka Super Series, sedang dalam kondisi puncak untuk menyapu gelar di setiap turnamen yang diikutinya dan bermain di depan publik sendiri.

Dengan kenyataan ini, sulit rasanya Indonesia membawa pulang gelar dari Malaysia. Satu-satunya harapan yang bisa diandalkan adalah di sektor ganda campuran, melalui pasangan Nova Widianto/Liliyana Natsir. Hanya saja, beban yang dipikul pasangan peraih medali perak Olimpiade Beijing 2008 ini pasti sangat berat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau