RIYADH, KOMPAS.com - Pemerintah Arab Saudi mengumumkan tiga gembong teroris yang paling dicari dari negara tersebut telah meninggal akibat suatu ledakan di Yaman, September silam. Demikian keterangan yang dirilis Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi kepada wartawan, Senin.
Sebuah sumber menyatakan, ketiga pria yang pernah ditahan di Guantanamo tersebut tewas di negara tetangga, Yaman, tempat persembunyian kelompok militan Islam dan rumah leluhur pemimpin Al Qaeda, Osama bin Laden.
Mereka adalah Saleh Fahd Al Jutaily Suleiman, Mohammed Abdul Rahman Al Rashed Suleiman, dan Sultan Al Somaileel Radi Otaibi. Semua berusia sekitar 20an, dan tewas bersama-sama dengan beberapa orang lain pada 14 September.
"Saat itu, sebagian dari mereka mereka rapat dan ledakan itu tiba-tiba terjadi," kata juru bicara kementerian, Jenderal Mansour Al Turki.
"Kami punya DNA semua orang-orang yang tewas dalam ledakan untuk identifikasi," tambahnya.
Dia tidak mengatakan dimana mereka terbunuh, tetapi sebuah sumber informasi mengatakan, peristiwa itu terjadi di Yaman.
Al Turki tidak menjelaskan bagiamana ledakan itu terjadi, namun laporan koran Al Hayat yang berbasis di London mengatakan, Jutaily telah terbunuh di Yaman utara dalam serangan oleh pasukan pemerintah.
Menurut catatan militer AS, Jutaily bergabung dengan Al Qaeda di Afganistan pada tahun 2001 atas dorongan tokoh radikal Syekh Hamud Al Uqla. Ia akhirnya ditangkap dan dikirim ke penjara Guantanamo AS oleh pasukan Amerika,
Ia kemudian dibebaskan pada 2006 melalui program rehabilitasi teroris Saudi. Namun setelah bebas, ia pergi ke Yaman dan mendirikan kembali jaringan dengan Al Qaeda.
Jutaily dikenal sebagai salah satu dari sekitar selusin tahanan Guantanamo yang bebas, kembali ke kelompok militan.
Sedangkan Rashed diketahui meninggalkan negara dengan dokumen perjalanan palsu enam tahun lalu. Ia diketahui telah bergabung dengan Al Qaeda, sementara Otaibi telah meninggalkan Guantanamo empat tahun lalu.
"Ketiganya ada di daftar kami dari 85 orang paling dicari," kata Turki.
Daftar itu diterbitkan dan dikirim ke Interpol hampir setahun yang lalu. Sejak itu, tiga orang telah kembali ke Saudi dan enam diketahui telah meninggal atau terbunuh. Sedangkan lainnya belum dikonfirmasi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang