Tiga Gembong Teroris Arab Saudi Tewas

Kompas.com - 18/01/2010, 23:22 WIB

RIYADH, KOMPAS.com - Pemerintah Arab Saudi mengumumkan tiga gembong teroris yang paling dicari dari negara tersebut telah meninggal akibat suatu ledakan di Yaman, September silam. Demikian keterangan yang dirilis Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi kepada wartawan, Senin.

Sebuah sumber menyatakan, ketiga pria yang pernah ditahan di Guantanamo tersebut tewas di negara tetangga, Yaman, tempat persembunyian kelompok militan Islam dan rumah leluhur pemimpin Al Qaeda, Osama bin Laden.

Mereka adalah Saleh Fahd Al Jutaily Suleiman, Mohammed Abdul Rahman Al Rashed Suleiman, dan Sultan Al Somaileel Radi Otaibi. Semua berusia sekitar 20an, dan tewas bersama-sama dengan beberapa orang lain pada 14 September.

"Saat itu, sebagian dari mereka mereka rapat dan ledakan itu tiba-tiba terjadi," kata juru bicara kementerian, Jenderal Mansour Al Turki.

"Kami punya DNA semua orang-orang yang tewas dalam ledakan untuk identifikasi," tambahnya.

Dia tidak mengatakan dimana mereka terbunuh, tetapi sebuah sumber informasi mengatakan, peristiwa itu terjadi di Yaman.

Al Turki tidak menjelaskan bagiamana ledakan itu terjadi, namun laporan koran Al Hayat  yang berbasis di London mengatakan, Jutaily telah terbunuh di Yaman utara dalam serangan oleh pasukan pemerintah.

Menurut catatan militer AS, Jutaily bergabung dengan Al Qaeda di Afganistan pada tahun 2001 atas dorongan tokoh radikal Syekh Hamud Al Uqla. Ia akhirnya ditangkap dan dikirim ke penjara Guantanamo AS oleh pasukan Amerika,

Ia kemudian dibebaskan pada 2006 melalui program rehabilitasi teroris Saudi. Namun setelah bebas, ia pergi ke Yaman dan mendirikan kembali jaringan dengan Al Qaeda.

Jutaily dikenal sebagai salah satu dari sekitar selusin tahanan Guantanamo yang bebas, kembali ke kelompok militan.

Sedangkan Rashed diketahui meninggalkan negara dengan dokumen perjalanan palsu enam tahun lalu. Ia diketahui telah bergabung dengan Al Qaeda, sementara Otaibi telah meninggalkan Guantanamo empat tahun lalu.

"Ketiganya ada di daftar kami dari 85 orang paling dicari," kata Turki.

Daftar itu diterbitkan dan dikirim ke Interpol hampir setahun yang lalu. Sejak itu, tiga orang telah kembali ke Saudi dan enam diketahui telah meninggal atau terbunuh. Sedangkan lainnya belum dikonfirmasi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau