Button: Di McLaren, Peluang Juara Lebih Bagus

Kompas.com - 19/01/2010, 00:05 WIB

JAKARTA, Kompas.com - Jenson Button mengungkapkan alasan mengapa dia memutuskan untuk meninggalkan Brawn GP dan bergabung dengan McLaren. Menurut pebalap Inggris tersebut, bersama McLaren dia memiliki peluang yang lebih bagus untuk mempertahankan gelar juara dunia yang diraihnya tahun lalu.

Memang, Button membuat keputusan yang mengejutkan usai Formula 1 (F1) 2009. Setelah untuk pertama kali sepanjang kariernya dia merengkuh trofi paling bergengsi di ajang balap jet darat tersebut, Button malah bergabung dengan McLaren.

Tak heran jika banyak yang mengritik dan menilai dia membuat keputusan yang keliru. Bagaimana tidak, di McLaren dia akan menghadapi Lewis Hamilton yang ditengarai menjadi "anak kesayangan" tim yang bermarkas di Woking tersebut. Tetapi Button menegaskan, keputusannya sangat tepat.

"Jika saya masih di Brawn, saya mungkin tetap berada di musim yang positif, tetapi tidak akan sebagus saya berada sekarang," jelas Button kepada Autosport International Show di Birmingham.

"Saya sudah berjuang sangat, sangat keras sepanjang musim dingin, banyak hal yang sudah dilakukan dengan kebugaran, mental--dan pada 1 Januari, saya mulai bekerja sebagai seorang pebalap McLaren.

"Semuanya itu banyak berarti bagi saya, karena pertama kali saya mengendarai mobil F1 adalah ketika menjadi seorang test driver McLaren setelah memenangkan McLaren AUTOSPORT BRDC Award tahun 1999.

"Saya sudah menghabiskan banyak waktu di simulator pabrik ini, dengan para mekanik dan semuanya berjalan dengan sangat baik. Tahun ini mereka sangat lapar kesuksesan. Ini kemitraan yang bagus."

Tentang persaingannya dengan Hamilton di tim ini, Button tak mau berbicara panjang lebar. Dia hanya mengatakan bahwa sebagai sesama pebalap Inggris mereka siap tampil sebaik mungkin untuk meraih prestasi.

"Saya tidak tahu siapa yang akan diberi mobil terbaik tahun ini, tetapi kami akan bekerja keras semampunya. Saya sangat menantikan kerja sama dengan Lewis. Itu adalah perkataan yang jujur, dari hati yang paling dalam.

"Kami bisa bekerja sama dengan sangat baik, sebagai tim, berjuang bersama untuk menjadi juara dunia. Dan, hadirnya kami berdua membuat tim ini makin kuat dibandingkan dengan jika kami berada di tim yang berbeda.

"Ketika kami mengakhiri musim ini, kami bisa melihat (di mana kami finis). Tetapi saat ini, kami akan bekerja bersama-sama dan tidak ada alasan untuk mengatakan saya akan mengalahkannya, atau dia akan mengalahkan saya.

"Saya yakin semua orang memiliki opini seperti itu, tetapi tidak ada yang tahu sampai seri terakhir selesai. Kami akan bekerja sama dan berharap bisa melakukan semua pekerjaan dengan baik untuk fans Inggris."

Berbicara tentang peluang mengalahkan Michael Schumacher, yang menggantikan posisinya di Brawn--kini menjadi Mercedes GP, Button tak menjawab secara eksplisit. Dia hanya mengatakan, F1 tahun ini bakal seru dengan kehadiran pebalap Jerman tersebut.

"Banyak orang mengatakan bahwa dia sudah 41 tahun, dan sudah terlalu tua untuk jadi pebalap F1. Tapi saya tidak berpikir demikian.

"Dia sudah memenangkan banyak gelar juara dunia, lebih dari siapapun. Dia akan sangat kompetitif. Dia bukan orang bodoh. Dia tidak akan kembali ke F1 hanya untuk berada di belakang dan saya berharap demikian. Akan sangat menyenangkan jika Michael bertarung habis-habisan untuk berada di depan.

"Selain itu, kehadiran Michael membuat F1 lebih bagus karena fans yang dulu lari akibat dia mundur, kembali lagi. Saya pikir, musim ini akan menjadi yang terbaik di F1.

"Di Lintasan kalian memiliki empat pebalap yang pernah jadi juara (Schumacher, Fernando Alonso, Hamilton, Button)--satu orang hanya terpisah satu poin (Felipe Massa) dan yang lainnya sangat berbakat. Juga, ada tim-tim baru dan pebalap-pebalap baru."

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau