Piala liga

Perburuan Manchester City Bersama Mancini

Kompas.com - 19/01/2010, 04:11 WIB

London, Senin - Manchester City tidak pelak mengalami kebangkitan penting sejak diambil alih investor asal Timur Tengah dan diasuh Pelatih Roberto Mancini. Optimisme City untuk mengakhiri paceklik trofi selama 34 tahun mulai tumbuh tidak terbendung.

Perjuangan yang dilakukan City untuk mendapatkan trofi menemui momentum pada Selasa (19/1) ini. Menghadapi Manchester United, City akan melakoni leg pertama semifinal Piala Liga. Tampil di kandang, City berharap bisa memenangi duel.

”Inilah saatnya. Saya ingin menjadi bagian dari tim yang mencetak sejarah,” kata bek City, Micah Richards. Ia menegaskan, saat pesepak bola pensiun, yang dikenang dari pemain itu adalah kemenangan yang pernah diraihnya, bukan rumah besar atau mobil yang dimilikinya.

Leg pertama semifinal sebelumnya direncanakan digelar pada 6 Januari 2010. Namun, hujan salju membuat pertandingan terpaksa ditunda selama hampir dua pekan.

Berbalik

Setengah bulan lalu City sedang ”panas-panasnya”. Mereka tengah menikmati kegembiraan merebut kemenangan tiga kali berturut-turut. Sebaliknya, MU waktu itu baru merasakan pahitnya tersingkir dari Piala FA, dihajar tim Divisi Tiga, Leeds.

Namun, saat ini situasi berbalik mendukung MU. Mereka sedang dalam kondisi penuh semangat karena kembali mendapatkan angin untuk mempertahankan gelar juara Liga Primer. Pemain mereka juga mulai pulih dari cedera.

Situasi berbeda dihadapi Mancini. Sejak bersama City satu bulan silam, ia baru saja mengalami kekalahan pertamanya, Sabtu (16/1), dipukul Everton 0-2.

Dari kubu MU, dilaporkan The Daily Star, bek Rio Ferdinand dan Nemanja Vidic cukup bugar untuk menjalani pertandingan hari Selasa. Hal ini menambah kepercayaan diri Pelatih MU, Alex Ferguson.

Ferdinand tidak memperkuat MU selama sekitar tiga bulan terakhir gara-gara didera cedera punggung. Problem cedera juga mengganggu Vidic sebelum ini.

Akibat ketidakhadiran Ferdinand dan Vidic, gelandang Darren Fletcher dan Michael Carrick dikerahkan ikut membantu barisan belakang. Pulihnya Ferdinand dan Vidic membuat Ferguson dapat menempatkan mereka sebagai aktor utama pertahanan MU menghadapi City.

Dengan striker Dimitar Berbatov yang tetap main meski cedera lutut, Mame Biram Diouf bisa berharap diturunkan. Pria 18 tahun ini ikut mencetak gol saat MU menang 3-0 atas Burnley, Sabtu pekan lalu.

”Dia cepat dan memberi cukup banyak kontribusi,” kata Ferguson. Diouf yang asal Senegal menyatakan siap jika diturunkan Ferguson.

Menjelang laga melawan MU, Richards masih ingat bagaimana MU mengalahkan City 4-3 lewat Michael Owen pada menit keenam tambahan waktu, pada awal musim ini. Ia berjanji akan berusaha agar City tidak kecolongan seperti itu lagi.

Gelandang City, Nigel de Jong, mengatakan, MU mungkin akan mengerahkan tim terkuatnya setelah tersingkir dari Piala FA. Ia menegaskan, City bakal tampil habis-habisan karena mereka sangat ingin mencapai final Piala Liga. (ap/ato)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau