JAKARTA, KOMPAS.com — Dua saksi utama dari Lembaga Penjamin Simpanan akan menjalani pemeriksaan oleh Pansus Angket Kasus Bank Century pada Selasa (19/1/2010) pukul 13.00. Mereka adalah Kepala Eksekutif LPS Firdaus dan Komisioner LPS, Roedjito. Wakil Ketua Pansus Angket Kasus Bank Century Mahfudz Siddiq menyebut keduanya sebagai saksi kunci.
Mahfudz memaparkan, dari keduanya diharapkan pansus mendapatkan informasi mengenai model penghitungan yang digunakan LPS untuk memutuskan pemberian dana penyelamatan bagi Bank Century.
"Dua saksi yang diperiksa hari ini kita katakan sebagai saksi kunci dan utama. Kami akan menyelidiki, mengapa LPS pada rapat KSSK awal tidak punya rancangan komprehensif soal estimasi biaya talangan. Seharusnya, LPS punya perhitungan yang pas. Yang terjadi, membengkak sampai lebih dari 10 kali lipat," kata Mahfudz di Gedung DPR, Jakarta, pagi ini.
Proses tahapan pengucuran dana penyertaan modal sementara (PMS) juga akan menjadi materi yang akan digali dari Firdaus dan Roedjito. "Pansus juga akan fokus pada kesimpulan BPK bahwa penurunan dana yang dikucurkan akhir 2009 tidak punya dasar. Akan tanya dasarnya apa," ujarnya.
Keterangan LPS mengenai status dana yang dikucurkannya juga menjadi penting untuk dikonfirmasi. Status dana yang dimaksud adalah, apakah dana tersebut merupakan keuangan negara atau bukan. Menurut Mahfudz, sejumlah saksi yang diperiksa sebelumnya mencoba mengaburkan jawaban ketika ditanyakan mengenai hal ini.
"Padahal, status uang negara atau bukan menjadi sangat penting. Kami berharap nanti ada keterangan mengenai hal ini," ujarnya.
Setelah hari ini, pemeriksaan terhadap saksi utama dinyatakan selesai. Akan tetapi, pansus tak menutup kemungkinan akan kembali memanggil saksi yang sudah pernah diperiksa. Sementara itu, agenda konfrontasi juga akan segera dijadwalkan. Kemungkinan, hal itu akan dilangsungkan pekan depan atau dua pekan mendatang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang