LONDON, KOMPAS.com — Inggris menolak klaim paling akhir Argentina atas Kepulauan Falkland (Malvinas). Bulan lalu Argentina mengesahkan peraturan yang berkaitan dengan klaim atas Falkland (Malvinas) dan beberapa wilayah lain di sekitarnya.
Namun, pejabat senior di Kantor Urusan Luar Negeri Inggris, Chris Bryant, Senin (18/1/2010), mengatakan, Inggris tak ragu mengenai kedaulatannya atas kepulauan itu. Inggris dan Argentina tahun 1982 terlibat dalam perang singkat yang berakhir dengan kekalahan Argentina sebagai ujung dari diplomasi yang buntu atas sengketa terkait status kepulauan tersebut.
"Inggris dengan tegas menolak pemberlakuan dan pengumuman Hukum Argentina 26.552,9 pada Desember 2009," kata Bryant dalam pernyataan tertulis.
Menurut Bryant, Falkland (Malvinas), bersama dengan Kepulauan South Sandwich, South Georgia dan perairan di sekitarnya, serta British Antartic Territory, berada di dalam kedaulatan Inggris. Kantor Urusan Luar Negeri menyampaikan pesan kepada kuasa usaha Argentina di London guna menyampaikan secara terperinci penolakan Inggris atas klaim tersebut. Selain mengesahkan peraturan tersebut, Desember, Pemerintah Argentina kembali menyampaikan klaimnya pada 3 Januari mengenai kedaulatan atas Falkland (Malvinas) pada peringatan ke-177 pendudukan Inggris atas kepulauan itu.
Argentina dan Inggris terlibat dalam perang untuk merebut Kepulauan Falkland, yang dalam bahasa Spanyol dikenal sebagai Las Malvinas, selama 74 hari dalam konflik yang menewaskan 649 orang Argentina dan 255 orang Inggris.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang