Perdagangan bebas

Disperindag Pantau Impor dari China

Kompas.com - 19/01/2010, 12:46 WIB

Magelang, Kompas - Dinas Perdagangan dan Pasar Kabupaten Magelang akan memantau barang-barang impor dari China yang masuk ke pasaran. Selain mendata jenis dan jumlah barangnya, Dinas juga akan mengevaluasi dampak yang ditimbulkan terhadap harga barang-barang sejenis produksi lokal.

"Agar ada tindakan lebih lanjut dari pemerintah pusat, maka hasil pemantauan ini nantinya akan kami laporkan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah," ujar Kepala Dinas Perdagangan dan Pasar Kabupaten Magelang Triyoga Pranoto, Senin (18/1).

Sejauh ini, Triyoga mengatakan, barang-barang impor dari China yang beredar di pasaran meliputi tekstil, peralatan rumah tangga, mainan anak-anak, makanan ringan seperti biskuit dan permen, serta buah-buahan. Namun, ini pun belum berdampak apa-apa karena barang-barang tersebut sudah masuk di pasaran sejak lama.

Produk lokal

Meskipun dikhawatirkan akan berdampak terhadap pemasaran produk dalam negeri, menurut Triyoga, Kabupaten Magelang justru memiliki beberapa produk yang tidak akan tersaingi dan tergantikan oleh barang-barang impor dari China. Produk yang dimaksud di antaranya adalah berbagai bentuk kerajinan kulit, mebel, sembilan bahan pokok, dan makanan tradisional seperti keripik singkong dan rengginang.

Walaupun begitu, masyarakat Kabupaten Magelang juga tidak bisa bersikap tenang-tenang saja karena di masa mendatang China juga dapat meniru membuat berbagai jenis produk lokal tersebut.

"Ini adalah tantangan bagi kita untuk menjaga agar keahlian membuat produk lokal itu jangan sampai dimiliki oleh China," ujar Triyoga.

Dalam kenyataan di lapangan, sejumlah produk dari China mendominasi pasar sejak lama. Luis, salah seorang pedagang bumbu dapur di Pasar Muntilan, mengatakan, untuk bawang putih, pasar sepenuhnya bergantung pada produk dari China.

"Selama ini, tidak pernah ada produk bawang putih dari dalam negeri yang mengalahkan kualitas produk dari China," ujarnya.

Bawang putih dari China berukuran lebih besar, lebih bagus daripada bawang putih lokal Kabupaten Magelang yang berukuran kecil.

Hal serupa juga dijumpai di toko-toko buah. Buah-buahan dari China bahkan lebih banyak dijumpai dibanding buah impor dari negara lain seperti Amerika dan Thailand. (EGI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau