BEIJING, KOMPAS.com — Pemerintah China pada Selasa (19/1/2010) telah mengeksekusi mati dua mafia dalam upaya pemberantasan kejahatan terorganisasi yang sangat meresahkan di barat daya Chongqing. Demikian laporan media pemerintah.
Menurut China News Service, terpidana hukuman mati itu diidentifikasi sebagai Yang Tianqing dan Liu Chenghu. Dua nama ini sempat diberitakan media pada bulan Oktober 2009.
Selama bertahun-tahun, Yang diberitakan mengelola sebuah jaringan kejahatan di Chongqing, salah satu kota besar dengan penduduk lebih dari 30 juta orang.
"Yang melakukan pembunuhan, penganiayaan, pemerasan, rentenir, pemalsuan kartu identitas, dan berbagai kejahatan lainnya," katanya.
Sementara itu, menurut laporan pemerintah, yang mengutip Pengadilan Mahkamah Agung Rakyat di Chongqing, Liu merupakan salah satu pengikut setia Yang.
Menurut laporan media, ada enam orang yang pada bulan Oktober 2009 telah dijatuhi hukuman mati. Dua dari mereka mendapat penangguhan hukuman mati selama dua tahun. Sementara itu, lima anggota mafia lainnya divonis penjara antara 11 tahun dan seumur hidup.
Pemerintah China juga berhasil membongkar bisnis mafia bawah tanah yang sangat memprihatinkan di Chongqing, mencakup bisnis kotor prostitusi, transaksi seks, perjudian, dan korupsi.
"Sekitar 1.500 tersangka yang terlibat jaringan mafia terorganisasi ini telah ditahan di Chongqing. Mereka termasuk 14 petugas penegak hukum senior yang diduga terlibat," kata para pejabat.
Di antaranya, ada nama besar Wen Qiang, pejabat senior di pengadilan Chongqing, yang telah bekerja 16 tahun di kepolisian. Ia diciduk dengan tuduhan melindungi jaringan mafia dan melakukan kolusi dengan mereka.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang