KABUL, KOMPAS.com - Presiden Afganistan Hamid Karzai memerintahkan para pejabat militer untuk meninjau kembali keamanan di ibukota setelah serangan besar yang dilakukan kelompok Taliban, Senin kemarin. Hari ini, ia memanggil seluruh pejabat keamanan untuk membahas bagaimana kelompok tersebut bisa melakukan serangan terbuka di dekat istana negara tersebut.
"Setelah pertemuan ini, menteri pertahanan dan pejabat terkait akan mengevaluasi sistem keamanan di kota. Mereka selanjutnya akan membeir laporan kembali ke presiden," kata Karzai.
Sejak kejadian kemarin, aparat keamanan memang berada dalam keadaan siaga tinggi. Mereka disiagakan di sejumlah bangunan komersial dan milik pemerintah. Warga dan sejumlah analis menyuarakan keprihatinan terhadap tingkat keamanan kota yang begitu rawan.
"Kabul adalah kota besar dengan lima juta penduduk, terutama orang miskin. Kondisi ini dapat dengan begitu mudah dimanfaatkan Taliban dan Al Qaeda dengan menyusup ke pusat kota," kata analis Haroun Mir.
Fahim, seorang penjaga toko di mal Sami Qari yang hancur ketika bangunan itu diserang dan dibakar, mengatakan ia telah kehilangan segalanya dan menyalahkan pemerintah karena membiarkan serangan itu terjadi. "Taliban berhasil di sini, mereka telah menunjukkan apa yang dapat mereka lakukan," katanya kepada AFP.
Sementara itu pihak berwenang Afganistan masih menyelidiki bagaimana pembom bisa menembus jantung kota. "Pasukan Keamanan Nasional Afganistan secara efektif selalu berjaga dalam berbagai situasi dan ini harus dipuji," kata Jenderal AS Stanley McChrystal, komandan pasukan internasional di Afganistan.
Karzai menyatakan bahwa pasukan keamanan Afganistan telah mengawasi situasi kota tiga jam. Serangan itu secara simbolis sangat memukul karena dilakukan bersamaan dengan pengambilan sumpah kabinet.
Juru bicara Taliban mengatakan, Zabihullah Mujahid, kepada AFP mengatakan, serangan itu untuk membuktikan bahwa Taliban tidak dapat dibeli dengan uang. Mereka melancarkan jihad untuk mengindahkan perintah Allah.
"Lebih banyak pasukan asing di sini bukan solusi," katanya merujuk 40.000 tentara tambahan yang dikerahkan ke Afganistan tahun ini oleh AS dan NATO untuk memperkuat pasukan internasional yang sudah ada sekitar 113.000 dan memerangi Taliban.
"Tujuh orang kami telah membuktikan apa yang bisa kami lakukan," kata Mujahid.
Serangan itu juga mengirim pesan kepada masyarakat internasional sebelum konferensi London digelar. Seperti diwartakan, Karzai telah mengumumkan bahwa sebelum konferensi internasional di London pada 28 Januari, ia akan melakukan rekonsiliasi baru pekan ini. Namun dengan serangan itu, semua menjadi sia-sia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang