Karzai Minta Selidiki Bobolnya Jantung Kota

Kompas.com - 19/01/2010, 23:18 WIB

KABUL, KOMPAS.com - Presiden Afganistan Hamid Karzai memerintahkan para pejabat militer untuk meninjau kembali keamanan di ibukota setelah serangan besar yang dilakukan kelompok Taliban, Senin kemarin. Hari ini, ia memanggil seluruh pejabat keamanan untuk membahas bagaimana kelompok tersebut bisa melakukan serangan terbuka di dekat istana negara tersebut.

"Setelah pertemuan ini, menteri pertahanan dan pejabat terkait akan mengevaluasi sistem keamanan di kota. Mereka selanjutnya akan membeir laporan kembali ke presiden," kata Karzai.

Sejak kejadian kemarin, aparat keamanan memang berada dalam keadaan siaga tinggi. Mereka disiagakan di sejumlah bangunan komersial dan milik pemerintah. Warga dan sejumlah analis menyuarakan keprihatinan terhadap tingkat keamanan kota yang begitu rawan.

"Kabul adalah kota besar dengan lima juta penduduk, terutama orang miskin. Kondisi ini dapat dengan begitu mudah dimanfaatkan Taliban dan Al Qaeda dengan menyusup ke pusat kota," kata analis Haroun Mir.

Fahim, seorang penjaga toko di mal Sami Qari yang hancur ketika bangunan itu diserang dan dibakar, mengatakan ia telah kehilangan segalanya dan menyalahkan pemerintah karena membiarkan serangan itu terjadi. "Taliban berhasil di sini, mereka telah menunjukkan apa yang dapat mereka lakukan," katanya kepada AFP.

Sementara itu pihak berwenang Afganistan masih menyelidiki bagaimana pembom bisa menembus jantung kota. "Pasukan Keamanan Nasional Afganistan secara efektif selalu berjaga dalam berbagai situasi dan ini harus dipuji," kata Jenderal AS Stanley McChrystal, komandan pasukan internasional di Afganistan.

Karzai menyatakan bahwa pasukan keamanan Afganistan telah mengawasi situasi kota tiga jam. Serangan itu secara simbolis sangat memukul karena dilakukan bersamaan dengan pengambilan sumpah kabinet.

Juru bicara Taliban mengatakan, Zabihullah Mujahid, kepada AFP mengatakan, serangan itu untuk membuktikan bahwa Taliban tidak dapat dibeli dengan uang. Mereka melancarkan jihad untuk mengindahkan perintah Allah.

"Lebih banyak pasukan asing di sini bukan solusi," katanya merujuk 40.000 tentara tambahan yang dikerahkan ke Afganistan tahun ini oleh AS dan NATO untuk memperkuat pasukan internasional yang sudah ada sekitar 113.000 dan memerangi Taliban.

"Tujuh orang kami telah membuktikan apa yang bisa kami lakukan," kata Mujahid.

Serangan itu juga mengirim pesan kepada masyarakat internasional sebelum konferensi London digelar. Seperti diwartakan, Karzai telah mengumumkan bahwa sebelum konferensi internasional di London pada 28 Januari, ia akan melakukan rekonsiliasi baru pekan ini. Namun dengan  serangan itu, semua menjadi sia-sia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau