Terkait rencana penawaran umum saham perdana itu, Benakat Petroleum Energy (BPE) telah memperoleh pernyataan praefektif dari Badan Pengawas pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) untuk melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO), Selasa (19/1) di Jakarta.
Pernyataan praefektif Bapepam-LK itu memberikan izin kepada BPE untuk melakukan publikasi prospektus ringkas, sebagai bagian dari proses pelaksanaan penawaran awal (book building) saham perdana BPE.
Vice President of Investment Bank PT Danatama Makmur Steffen Fang menjelaskan, proses tersebut sejalan dengan rencana BPE untuk melakukan IPO pada awal tahun 2010.
Steffen menjelaskan, penawaran awal akan dimulai pada 19-28 Januari 2010. Rencananya, saham BPE akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 11 Februari 2010. ”Dari IPO itu, ditargetkan minimal BPE dapat meraih dana Rp 1 triliun.” kata Steffen.
PT Danatama Makmur adalah perusahaan yang ditunjuk sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Saham IPO BPE.
Direktur Utama Benakat Petroleum Energy Arifin Wiguna menjelaskan, IPO BPE akan mendorong aktivitas di pasar modal sebagai salah satu alternatif pendanaan yang cukup dapat diandalkan.
Pendanaan ini, kata Arifin, dibutuhkan untuk menunjang investasi yang cukup tinggi di sektor energi yang digarap oleh BPE.
”Dengan semakin banyaknya pemain lokal di sektor sumber daya energi seperti BPE yang masuk ke pasar modal, kami harap aktivitas pasar modal kita akan lebih bergairah lagi,” tutur Arifin.
Untuk membuktikan komitmen BPE di sektor migas, Arifin mengatakan, salah satu perusahaan afiliasi perseroan, yaitu PT Benakat Barat Petroleum (BBP), telah menjalin kerja sama dengan PT Pertamina-EP.
Kerja sama tersebut diwujudkan dalam perjanjian kontrak kerja sama operasi (KSO) dalam mengelola Area Operasi Lapangan Minyak Benakat Barat, Prabumulih, di Provinsi Sumatera Selatan.
Produksi rata-rata minyak Area Operasi Lapangan Minyak Benakat Barat saat ini mencapai 2.000 barrel per hari. BBP, kata Arifin, diharapkan mampu meningkatkan produksi menjadi 4.000 barrel per hari pada akhir tahun 2010.
Adapun perusahaan afiliasi grup BPE lainnya, lanjut Arifin, telah memperoleh konsesi pertambangan batu bara di Kutai Barat, Kalimantan Timur. Selain itu juga konsesi pertambangan mangan di Flores, Nusa Tenggara Timur.
”Selain itu, baru-baru ini salah satu anak perusahaan BPE yang bergerak di bidang engineering, procurement, and construction telah mendapat pengakuan internasional dalam bentuk sertifikasi ISO 9001:2008 dan OHSAS 18001:2007,” tutur Arifin.
BPE merupakan perusahaan induk yang bergerak dalam bidang eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi serta energi dan jasa pendukung.
Perusahaan ini memiliki layanan yang luas di sektor sumber energi Indonesia, termasuk minyak dan gas bumi, batu bara dan batu mangan, serta layanan jasa engineering, procurement, and construction (EPC).
Selain merupakan perusahaan eksplorasi minyak dan gas bumi serta sumber daya energi lainnya, BPE melalui unit usaha EPC juga mengerjakan proyek-proyek engineering dan konstruksi di sektor industri minyak dan gas serta energi.
Selain itu, perusahaan ini juga mulai terlibat dalam beberapa proyek pembangkit listrik dan petrokimia di Indonesia.