Kisruh Century, BI Luncurkan Buku Putih

Kompas.com - 20/01/2010, 09:34 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com Bank Indonesia (BI) agaknya enggan menjadi kambing hitam dalam persoalan kisruh bailout Bank Century senilai Rp 6,7 triliun. Selasa (19/1/2010), BI meluncurkan "buku putih" mengenai kisah seputar skandal Century dari sudut pandang bank sentral.

Maklum, selama ini lemahnya pengawasan perbankan oleh BI dituding sebagai biang keladi bailout itu. Kecakapan BI dalam fungsi pengawasan bank pun dipertanyakan.

Nah, lewat buku putih itu, BI berupaya menepis semua tuduhan itu. "Kami menyusun buku ini agar masyarakat bisa lebih jernih membacanya dan duduk persoalan menjadi jelas," ungkap Deputi Gubernur BI Ardhayadi Mitroatmodjo.

Buku setebal 84 halaman tersebut mengupas hampir semua yang menjadi sorotan publik selama ini. Mulai dari kualitas pengawasan bank, penanganan bank bermasalah, kegagalan Bank Century, pertimbangan kategori sistemik sebuah bank, kemudian tentang pelunakan aturan pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP), hingga terakhir tentang untung rugi penyelamatan Century.

BI juga mengingatkan, tugas pengawas bank adalah demi memastikan pengelolaan sebuah bank sesuai dengan prosedur. "Urusan bank itu sehat atau tidak adalah tugas direksi bank," tulis Darmin Nasution, Pejabat Sementara Gubernur BI dalam buku tersebut.

Khusus kasus Century, BI menilai, sumber api ada pada pengawasan di pasar modal, yaitu Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK). "Pengawas BI sudah melaporkan kasus reksadana gelap ke Bapepam-LK," kata BI.

Nyatanya, BI menilai, publik tetap tak berpihak kepadanya meskipun sudah ada penjelasan. "Publik lupa sumber apinya," keluh bank sentral itu. (Ruisa Khoiriyah /Kontan)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau