Susno Bantah Terlibat Pencairan Dana Budi Sampoerna

Kompas.com - 20/01/2010, 15:43 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Kabareskrim Komjen Susno Duadji kembali membantah rumor bahwa ia menerima uang Rp 10 miliar dari salah satu deposan terbesar Bank Century, Budi Sampoerna. Susno juga mengaku tak mengeluarkan perintah baik lisan maupun tertulis untuk pencairan dana Budi Sampoerna (BS) yang disimpan di Bank Century.

"Saya tidak pernah terlibat dalam pencairan dana Budi Sampoerna baik lisan maupun tertulis. Sampai Pak Lukas (pengacara BS) melaporkan bahwa Bank Century tidak mencairkan deposito 18 juta dollar AS. Ini dianggap penggelapan. Tapi kalau diproses lagi, Bank Century akan rontok untuk yang kedua kalinya," kata Susno saat bersaksi di hadapan Pansus Angket Kasus Bank Century, Rabu (20/1/2010) di Gedung DPR, Jakarta.

Untuk menghindari keributan di Bank Century, Susno menyediakan tempat di Bareskrim kepada pihak Bank Century dan Budi Sampoerna untuk menyelesaikan permasalahan mereka. "Daripada Century bengap-bengap lagi, kalau mereka ribut di sana. Jadi saya sediakan tempat. Setelah itu, saya tidak tahu apa sudah dicairkan. Saya tidak tahu apa-apa saja dituduh menerima Rp 10 miliar," kata Susno.

Namun, ia mengakui bahwa sempat ada tawaran kepada dirinya. Susno tak menyebut siapa yang menawarkan kepadanya. "Katanya, enggak ada yang tahu. Silakan sisihkan berapa kalau mau, hitung saja berapa kerugian Century kemudian disisihkan. No body knows. Tapi saya bilang, Tuhan tahu. Saya tidak mau," ujarnya. 

Susno sendiri mengaku tak tahu apa hasil penyelesaian Bank Century dengan Budi Sampoerna. Ia juga tak tahu bahwa rekening Budi Sampoerna di Bank Century dipecah dalam beberapa nama. "Saya baru tahu setelah ada audit BPK," kata Susno.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau