Ealah... Mau "Didekati", Anak-anak Jalanan Malah Kabur

Kompas.com - 21/01/2010, 10:04 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Mungkin takut dan trauma dengan penertiban yang kerap dilakukan, sejumlah anak yang biasa mangkal di perempatan Coca-Cola (Cempaka Mas), Jakarta Utara, memilih kabur, Kamis (21/1/2010), saat pihak Polres Jakarta Utara bersama dinas sosial melakukan pendataan dan identifikasi.

Salah seorang warga Pedongkelan, Supri, mengatakan, sebelum rombongan datang, banyak anak jalanan yang berprofesi sebagai pengamen berkumpul di perempatan tersebut. "Tapi, barusan pada kabur, dikira ada razia," kata Supri yang setiap pagi bekerja menjadi pengelap kaca mobil di perempatan Coca-Cola. 

Informasi yang diterima Supri dan teman-temannya bahwa akan ada razia yang dilakukan pada hari ini. "Dari kemaren udah denger ada razia, makanya pada kabur. Takut," ujar ibu yang bekerja sambil menggendong anaknya ini.

Selain memilih kabur, sejumlah anak jalanan, menurut Supri, memilih "ngendon" di rumah. Padahal, pihak kepolisian dan dinas sosial beserta tenaga medis hanya melakukan pendataan dan identifikasi untuk mengetahui kondisi anak jalanan di kawasan Jakarta Utara.

Pendataan dan identifikasi yang dilakukan berupa wawancara dengan anak jalanan dan orangtuanya. Untuk menghindari ketakutan anak jalanan, pihak kepolisian menyediakan satu paket makanan kecil dan badut untuk menghibur anak-anak tersebut. Dinas sosial, melalui mobil kelilingnya, memutarkan film Kungfu Panda. Beberapa anak yang masih bertahan pun terlihat terhibur dengan tayangan film itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau