JAKARTA, KOMPAS.com — Mungkin takut dan trauma dengan penertiban yang kerap dilakukan, sejumlah anak yang biasa mangkal di perempatan Coca-Cola (Cempaka Mas), Jakarta Utara, memilih kabur, Kamis (21/1/2010), saat pihak Polres Jakarta Utara bersama dinas sosial melakukan pendataan dan identifikasi.
Salah seorang warga Pedongkelan, Supri, mengatakan, sebelum rombongan datang, banyak anak jalanan yang berprofesi sebagai pengamen berkumpul di perempatan tersebut. "Tapi, barusan pada kabur, dikira ada razia," kata Supri yang setiap pagi bekerja menjadi pengelap kaca mobil di perempatan Coca-Cola.
Informasi yang diterima Supri dan teman-temannya bahwa akan ada razia yang dilakukan pada hari ini. "Dari kemaren udah denger ada razia, makanya pada kabur. Takut," ujar ibu yang bekerja sambil menggendong anaknya ini.
Selain memilih kabur, sejumlah anak jalanan, menurut Supri, memilih "ngendon" di rumah. Padahal, pihak kepolisian dan dinas sosial beserta tenaga medis hanya melakukan pendataan dan identifikasi untuk mengetahui kondisi anak jalanan di kawasan Jakarta Utara.
Pendataan dan identifikasi yang dilakukan berupa wawancara dengan anak jalanan dan orangtuanya. Untuk menghindari ketakutan anak jalanan, pihak kepolisian menyediakan satu paket makanan kecil dan badut untuk menghibur anak-anak tersebut. Dinas sosial, melalui mobil kelilingnya, memutarkan film Kungfu Panda. Beberapa anak yang masih bertahan pun terlihat terhibur dengan tayangan film itu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang