Merasa Ditipu, Ayah Andien Laporkan Saudara Vina Panduwinata

Kompas.com - 21/01/2010, 17:55 WIB

JAKARTA, KOMPAS. com — Ayah kandung penyanyi Andien, Didik Hariadi, akan kembali menindaklanjuti kasus dugaan penipuan yang melibatkan kakak dan adik penyanyi "Si Burung Camar" Vina Panduwinata, Maya dan R Jani, ke Polda Metro Jaya, Kamis (21/1/2010).

Pada 2 Juli 2009, Didik sempat melaporkan keduanya dengan Pasal 378 dan 372 KUHP tentang penipuan. "Sebenarnya kasus ini satu tahun yang lalu, tapi di pihak penyidik ada proses pergantian dan halangan. Makanya hal ini tertunda terus. Tapi, kasusnya tetap berjalan," ujar Didik.

Menurutnya, kasus yang melibatkan Maya dan Jani ini berawal ketika keduanya menjalin kerja sama bisnis ekspor ikan. Bisnis sempat berjalan bahkan sempat panen dan diekspor. Berdasarkan perhitungan Didik, pendapatan dari hasil tersebut ditaksir mencapai Rp 1,6 miliar, terhitung Maret 2004 hingga satu tahun kemudian. Sayangnya, uang hasil panen tak pernah jelas.

Sekitar bulan Februari 2009, Didik mengklaim bahwa ia sempat bertemu dengan Jani dan mengaku bersedia melakukan pembayaran sebesar Rp 1,2 miliar. Pembayaran akan dilaksanakan secara angsuran dengan cara membuka 2 cek dan 22 giro.

Sayangnya, Jani dan Maya tidak juga melakukan kewajiban seperti yang sudah disepakati bahkan kembali menghindar dan sulit untuk ditemui. Malahan, cek tersebut ditolak oleh pihak bank lantaran merupakan cek kosong.

Merasa tak ada kejelasan, pihak Didi pun berniat melanjutkan kasusnya ke pihak kepolisian.  "Setelah sekian lama tidak ada pembayaran yang jelas, akhirnya saya tindaklanjuti ke kepolisian," ucap Didik ditemui di Polda Metro Jaya, Kamis. 

Menurut Didik, upaya melanjutkan kasus tersebut juga berdasarkan keinginan pihak Maya dan Jani. "Ini permintaan atas terlapor satu dan terlapor dua, yang ingin segera kasus ini diselesaikan secara hukum," kata Didik, yang ditemani Andien.

Sementara itu, Andien mengaku bahwa kehadirannya sekadar ingin mendampingi sang ayah. "Saya hanya mau support ayah saya. Sebenarnya saya tak tahu apa-apa. Ini masalah privasi ayah saya. Saya hanya menemani dia ke mari. Jujur, saya enggak enak kalau setiap pagi lihat ayah pasang muka enggak enak terus," ujar Andien.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan, baik dari pihak Maya maupun Jani. (C9-09)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau