JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Ekonom Mandiri Mirza Adityaswara mengatakan, kasus pembobolan rekening nasabah melalui anjungan tunai mandiri (ATM) tidak akan menimbulkan dampak sistemik. Pasalnya, perbankan telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi atas kasus ini.
"Saya rasa tidak akan menjadi kasus sistemik. Kan kasusnya kasus kecil. Yang paling penting ditangani dengan cepat. Kan sudah ketahuan modus operandinya. Bank-bank yang kena pemalsuan ini sudah melakukan pengamanan," tutur Mirza di Jakarta, Jumat (22/1/2010).
Mirza mengatakan, perlu ditemukan teknologi baru untuk mencegah terjadinya penipuan perbankan serupa. Dia mengakui, pelaku kejahatan perbankan sudah semakin maju. Teknologi yang digunakan juga semakin canggih. Untuk itu, pihak perbankan harus berlomba-lomba dengan pelaku kejahatan dalam menciptakan teknologi.
"Harus ditemukan teknologi baru. Kita berlomba dengan kecanggihan teknologi juga. Pihak bank harus adu pintar dengan orang luar," katanya.
Di samping itu, menurut Mirza, nasabah juga diharapkan lebih waspada dan berhati-hati saat melakukan transaksi ATM untuk mencegah terjadinya kejahatan perbankan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang