Ekonom: Pembobolan ATM Takkan Timbulkan Dampak Sistemik

Kompas.com - 22/01/2010, 14:38 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Ekonom Mandiri Mirza Adityaswara mengatakan, kasus pembobolan rekening nasabah melalui anjungan tunai mandiri (ATM) tidak akan menimbulkan dampak sistemik. Pasalnya, perbankan telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi atas kasus ini.

"Saya rasa tidak akan menjadi kasus sistemik. Kan kasusnya kasus kecil. Yang paling penting ditangani dengan cepat. Kan sudah ketahuan modus operandinya. Bank-bank yang kena pemalsuan ini sudah melakukan pengamanan," tutur Mirza di Jakarta, Jumat (22/1/2010).

Mirza mengatakan, perlu ditemukan teknologi baru untuk mencegah terjadinya penipuan perbankan serupa. Dia mengakui, pelaku kejahatan perbankan sudah semakin maju. Teknologi yang digunakan juga semakin canggih. Untuk itu, pihak perbankan harus berlomba-lomba dengan pelaku kejahatan dalam menciptakan teknologi.

"Harus ditemukan teknologi baru. Kita berlomba dengan kecanggihan teknologi juga. Pihak bank harus adu pintar dengan orang luar," katanya.

Di samping itu, menurut Mirza, nasabah juga diharapkan lebih waspada dan berhati-hati saat melakukan transaksi ATM untuk mencegah terjadinya kejahatan perbankan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau