Pemulung Cabuli Lima Bocah di Tanjung Duren

Kompas.com - 22/01/2010, 14:43 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kasus pencabulan terhadap anak-anak di bawah umur kembali terungkap. Polisi telah menahan Daus (53), seorang pemulung yang telah mencabuli setidaknya lima bocah di kawasan Tanjung Duren Utara, Jakarta Barat.

Kasus pencabulan ini terungkap setelah Daus mencabuli seorang bocah perempuan, sebut saja Bunga (4). Daus merupakan seorang pemulung yang tiap hari beroperasi di sekitar Tanjung Duren, Grogol, Jakarta Barat. Kasus ini terungkap ketika pelaku kedapatan tengah mencabuli Bunga oleh saksi Siti, seorang pembantu rumah tangga.

Siti kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada orangtua korban. Pada Kamis (21/1/2010), orangtua korban dengan dibantu warga akhirnya berhasil menangkap pelaku yang kembali memulung di daerah tersebut. "Pelaku sudah kami tahan setelah diserahkan warga," kata Kanit Reskrim Polsektro Tanjung Duren Iptu Johar, Jumat (22/1/2010).

Dari interogasi petugas, Daus kemudian mengakui telah mencabuli sekitar lima bocah lainnya, termasuk Bunga. Kelima korban merupakan warga yang berasal dari kompleks perumahan yang sama di bilangan Tanjung Duren. Dua dari lima korban, kata Johar, sudah membuat laporan dan telah divisum di RS Cipto Mangunkusumo. "Tersangka mengaku sudah melakukan pencabulan terhadap lima korban itu," kata dia.

Adapun ketiga korban lainnya, menurut Johar, belum menjalani pemeriksaan lantaran masih trauma dengan kejadian tersebut. Akibat perbuatannya, tersangka dijerat tindak pidana perbuatan cabul Pasal 82 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak juncto Pasal 290 2 E KUHP.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau