Dicabuli Pemulung, Tiga Bocah Alami Trauma Berat

Kompas.com - 22/01/2010, 15:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Tiga dari lima bocah korban pencabulan di kawasan Tanjung Duren, Grogol, Jakarta Barat, masih belum bisa diperiksa polisi dan melakukan visum lantaran mengalami trauma.

Seperti yang diberitakan, Polsektro Tanjung Duren berhasil membekuk Daus (53), seorang pemulung yang telah melakukan aksi pencabulan terhadap lima anak di bawah umur. Pelaku mengincar anak-anak penghuni kompleks perumahan sebagai pelampiasan hasrat bejatnya.

"Dua korban sudah membuat laporan dan divisum. Sementara tiga korban lainnya masih belum bisa diperiksa karena mengalami trauma berat," kata Kanit Reskrim Polsektro Tanjung Duren Iptu Johar, Jumat (22/1/2010).

Dari laporan dua korban tersebutlah polisi kemudian menahan Daus. Pelaku kemudian mengaku kepada petugas telah mencabuli tiga orang anak lainnya. Dengan demikian, total korban pencabulan tersebut menjadi lima anak.

Daus merupakan pemulung yang biasa beroperasi di wilayah Tanjung Duren. Sambil menjalankan pekerjaannya sebagai pemulung, Daus diam-diam menyalurkan aksi bejatnya kepada anak-anak penghuni kompleks yang biasa bermain di kawasan tersebut.

"Pelaku sudah kami tahan untuk pengembangan penyidikan. Juga dilakukan pemeriksaan medis untuk mengetahui apakah pelaku mengidap penyimpangan seksual," kata Johar.

Aksi pencabulan yang dilakukan oleh Daus ini merupakan modus baru setelah pada kasus Baikuni alias Babeh lebih tertuju kepada korban anak-anak jalanan. Daus diketahui mengincar anak-anak penghuni perumahan lantaran kawasan tersebut relatif sepi dan banyak anak-anak yang tidak terawasi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau