Grand slam australia terbuka

Murray Terus Pelihara Asa

Kompas.com - 22/01/2010, 16:29 WIB

MELBOURNE, Kompas.com - Andy Murray terus memelihara asa meraih gelar pertama grand slam, setelah maju ke babak keempat Australia Terbuka, Jumat (22/1/10). Petenis Inggris yang menjadi unggulan kelima ini tak menemui kesulitan besar untuk menaklukkan pemain Perancis Florent Serra dengan straight set 7-5, 6-1, 6-4.

Dalam pertarungan ini, Murray praktis mendominasi. Di set pertama pun, pemain berusia 22 tahun ini mengawalinya dengan sangat meyakinkan karena langsung unggul 3-0. Tetapi, Serra yang di dua babak sebelumnya selalu bermain lima set, bisa mengejar dan menyamakannya menjadi 3-3, kemudian 5-5, sebelum Murray bangkit lagi dan meraih kemenangan di dua game selanjutnya.

Setelah itu, Murray tak terbendung lagi. Pada dua set terakhir dia tak memberikan "angin" kepada Serra yang menyerah dengan cukup mudah.

Hasil ini membuat impian Murray untuk mengakhiri paceklik gelar grand slam semakin mendekati kenyataan, dan dia juga bakal jadi orang Inggris pertama yang menjuarai grand slam setelah 74 tahun. Hanya saja, Murray mesti lebih dulu melewati adangan pemain Amerika yang terkenal dengan servis keras, John Isner, yang maju ke babak keempat setelah menang 6-1, 4-6, 7-6, 7-6 atas unggulan ke-12 dari Perancis Gael Monfils.

Del Potro kerja keras

Jika Murray lolos dengan mudah, lain halnya dengan petenis Argentina yang merupakan unggulan keempat, Juan Martin del Potro. Juara AS Terbuka tersebut dipaksa bermain empat set selama dua jam 34 menit untuk maju ke babak keempat grand slam awal tahun ini.

Melawan Florian Mayer yang menempati peringkat 60 ATP, Del Potro mengawalinya dengan cukup meyakinkan karena di set pertama menang 6-3. Tetapi di set kedua, petenis Jerman itu menghadirkan kejutan karena berbalik menang telak 6-0.

Kalah dengan skor mencolok itu, Del Potro pun terhenyak dan langsung bermain agresif di dua set selanjutnya. Pemain yang bertipe baseliner ini berhasil memenangkan set ketiga dan keempat untuk memastikan diri maju ke babak 16 besar, bertemu dengan unggulan ke-14 dari Kroasia Marin Cilic atau unggulan ke-19 dari Swiss Stanislas Wawrinka.

Sama seperti Del Potro, petenis Amerika Serikat Andy Roddick juga harus bermain empat set untuk memperoleh tiket babak keempat. Melawan petenis Spanyol Feliciano Lopez, petenis berusia 27 tahun ini sempat kalah 6-7 di set pertama. Tetapi pada tiga set selanjutnya, Roddick yang meraih kemenangan dengan 6-4, 6-4, 7-6.

Di babak 16 besar, Roddick akan bertemu dengan petenis Chili Fernando Gonzalez, yang bermain lima set sebelum menang 6-7, 6-3, 1-6, 6-3, 6-4 atas pemain Kazakhstan Evgeny Korolev. Rekor pertemuannya dengan unggulan ke-11 tersebut, Roddick unggul 8-3.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau