Rumah Tokoh Aktivis Oposisi Sri Lanka Dibom

Kompas.com - 22/01/2010, 16:42 WIB

KOLOMBO, KOMPAS.com — Rumah seorang aktivis penting oposisi di Sri Lanka menjadi sasaran serangan bom, Jumat (22/1/2010), kata polisi, meskipun penjagaan keamanan ketat menjelang pemilihan presiden pekan depan.

Ledakan itu menghancurkan sebuah mobil dan merusak rumah Tiran Alles, sekutu penting kandidat presiden Sarath Fonseka, ia dan keluarganya selamat tanpa cedera.

"Para penyerang diduga datang dengan menggunakan mobil dan melancarkan serangan dan lari," kata seorang perwira polisi di lokasi itu dan menambahkan bahwa tidak ada yang ditahan sehubungan dengan ledakan bom menjelang subuh itu.

Seorang juru bicara oposisi menduga Alles menjadi sasaran partai yang berkuasa setelah kampanye Fonseka menyiarkan sebuah foto putra sulung Presiden Mahinda Rajapakse, Namal, bersama dengan pemimpin pemberontak Tamil di sebuah klub malam di London.

Reputasi Rajapakse sebagai presiden pahlawan perang karena kemenangannya atas pemberontak Macan Tamil tahun lalu, yang ditumpas dalam satu serangan besar-besaran pasukan pemerintah setelah 37 tahun perang.

"Sejak foto yang menunjukkan adanya hubungan antara keluarga presiden itu dan pemberontak Macan Tamil muncul, Alles telah mendapat ancaman-ancaman pembunuhan," kata juru bicara itu. "Bahkan kemarin, kami mengeluhkan ia mungkin jadi sasaran."

Kekhawatiran internasional menyangkut aksi kekerasan yang meningkat menjelang pemilu itu, dengan Sekjen PBB Ban Ki-moon, Kamis, memperingatkan bahwa jumlah insiden dan pembunuhan akan meningkat.

Ban mendesak semua partai Sri Lanka dan para pendukung mereka menahan diri dan tidak melakukan aksi kekerasan, menaati undang-undang pemilu dan peraturan, dan menghindari tindakan provokatif selama masa pemilihan itu dan sesudahnya.

Komisioner Pemilihan Independen Dayananda Dissanayake Rabu mengatakan, ia menghentikan memberikan petunjuk kepada polisi dan para pejabat publik yang tidak menghiraukan petunjuk-petunjuknya yang bertujuan untuk menjamin pemungutan itu dapat diselenggarakan secara bebas dan jujur.

Rajapakse menetapkan pemilu itu diselenggarakan Selasa depan, dua tahun lebih cepat dari rencana, dalam usaha memanfaatkan sebaik-baiknya kemenangan pemerintah melawan pemberontak Macan Tamil setelah puluhan tahun perang saudara di pulau itu.

Namun, ia menghadapi satu pesaing yang mengejutkan dalam pemilihan itu, yaitu Fonseka, mantan jenderal yang memimpin kemenangan pasukan dalam perang melawan pemberontak Macan Tamil pada Mei lalu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau