Pembebasan Lahan JORR W2 Dipercepat

Kompas.com - 22/01/2010, 18:27 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk mempercepat pembebasan tanah guna membangun jalan tol Jakarta Outer Ring Road West 2 (JORR W2), Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menerapkan sistem konsinyasi. Dengan sistem ini, pembebasan lahan JORR W2 ditargetkan selesai pada pertengahan 2010.

Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, Jumat (22/1/2010) di Jakarta Pusat, mengatakan, sistem konsinyasi terbukti efektif untuk membebaskan lahan bagi pembangunan Banjir Kanal Timur. Sistem konsinyasi terpaksa diterapkan karena masih banyak warga yang menolak melepaskan tanahnya dengan harga sesuai nilai jual obyek pajak (NJOP).

"Pemprov akan menggunakan tim penilai untuk menaksir harga lahan warga yang akan dilalui JORR W2. Setelah ada hasil penilaian harga tanah dari tim itu, Pemprov memberi waktu 120 hari bagi warga untuk mengurus proses administrasi pembebasan tanah. Jika masih menolak juga, sistem konsinyasi akan diberlakukan," kata Fauzi.

Ketua Panitia Pembebasan Tanah (P2T) Jakarta Selatan, Mangara Pardede mengatakan, pihaknya harus menggunakan tim penilai independen untuk menaksir harga pasaran yang pantas untuk 695 bidang tanah warga. Penaksiran dan sistem konsinyasi terpaksa dilakukan agar pembebasan tanah dipercepat.

Sistem konsinyasi yang dimaksud adalah sistem yang memungkinkan pemerintah menitipkan uang ke pengadilan untuk membebaskan tanah jika tidak terjadi mufakat saat perundingan. Pemilik tanah dapat mengambil uang itu ke pengadilan dengan menunjukkan bukti kepemilikan. Sistem ini diamanatkan dalam Peraturan Presiden nomor 65 tahun 2006 mengenai Pengadaan Tanah Bagi Pelaksanaan Pembangunan Untuk Umum.

JORR W2 akan membentang dari Kebon Jeruk-Ulujami. Bersama dengan JORR W1, JORR W2 akan menghubungkan JORR TB Simatupang dengan jalan tol Sedyatmo ke Bandara Soekarno-Hatta. Sebagian badan JORR W2 sudah mulai dibangun tetapi proses pembangunan terhenti akibat adanya tanah yang belum dibebaskan.

Jika sampai terhubung, jalan tersebut dapat mengurangi kemacetan di jalan tol dalam kota. JORR W1 dan W2 dapat menampung sampai 60.000 kendaraan setiap hari sehingga arus lalu lintas dari luar kota tidak perlu masuk ke dalam kota.

"Jika tanah untuk JORR W2 selesai dibebaskan, kontraktor dapat membangun badan jalan tol itu dengan cepat. Dengan demikian, pada 2011, JORR W2 dapat selesai dibangun dan terhubung dengan JORR W1 dan jalan tol Pondok Indah atau JORR TB Simatupang," kata Fauzi.

JORR merupakan bagian dari strategi Pemprov DKI Jakarta untuk membagi kepadatan volume lalu lintas. Selain JORR, terdapat juga enam ruas jalan tol dalam kota yang akan dibangun untuk mengatasi kemacetan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau