Film Tsunami Garapan Sutradara Belanda Diputar di Aceh

Kompas.com - 23/01/2010, 01:53 WIB

BANDA ACEH, KOMPAS.com--Film dukomenter garapan sutradara asal Belanda berjudul Syawal was very scared (Syawal sangat takut) diputar untuk pertama kalinya di Garuda Teater, Banda Aceh.

"Pemutaran kali ini perdana di Aceh bahkan di Asia," kata Managemen Gedung Garuda Teater dan Samsung IT Leaning Center, Hasrul di Banda Aceh, Jumat.

Menurut Hasrul, pemutaran film yang mengisahkan seorang anak korban tsunami asal Gampong Jawa Banda Aceh adalah hasil prakarsa sang sutradara sendiri, Wilma Ligthart.

Film berdurasi selama 20 menit itu akan diputar pada Sabtu 23 Januari 2010 di Garuda Teater di jalan Imam Bonjol pada pukul 20.00 WIB dan masyarakat dapat menontonnya secara gratis.

Setelah pemutaran film, akan diisi dengan diskusi dengan produser film tersebut yang berasal dari Belanda, Wilma Ligthart, Syawal si pemeran utama dan penonton.

Pemutaran perdana akan dihadiri Wakil Walikota Banda Aceh, Illiza Saaduddin Jamal juga dimeriahkan Rahmi `Idola Cilik` untuk menyanyikan beberapa lagu.

Film dokumenter tersebut mengisahkan Syawal, seorang anak yang berusia 12 tahun tinggal di sekitar Banda Aceh secara menakjubkan selamat dari tsunami meskipun harus kehilangan ibu dan dua saudara perempuannya.

Untuk pertama kalinya dia secara terbuka bercerita bagaimana tsunami mengubah hidupnya.

Dia mengekspresikan peristiwa yang dialaminya dalam bentuk gambar yang kemudian dianimasikan dan digunakan untuk mendukung cerita tentang perjuangannya bertahan dari tsunami.

Menurut beberapa orang yang sudah menonton film dokumenter ini, salah satu kekuatan film tersebut adalah mampu mentransfer ekspresi gambar-gambar Syawal menjadi gambar-gambar yang bergerak.

Syawal was very scared sudah diputar di televisi Belanda dan terpilih untuk ikut festival film di Seoul, Hong Kong, Taipei, Copenhagen dan New York.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau