Baru seminggu lalu aparat Kepolisian Kota Besar Palembang memberi tindakan tegas kepada pelaku pencurian kendaraan bermotor. Pelaku tewas ditembak karena melawan saat ditangkap.
Tindakan tegas itu diharapkan dapat membuat nyali penjahat kecut. Mereka bisa mengurungkan niat berbuat jahat.
Ternyata gertakan polisi itu sepertinya tak mempan. Buktinya, Kamis (21/1) sekitar pukul 13.00 terjadi perampokan di Jalan Yusuf Singadikane, Palembang. Satu korban tewas dan dua korban lainnya luka.
Korban bernama Indra (45), warga Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin, tewas akibat ditusuk perampok. Mereka merampas uang milik korban senilai Rp 100 juta.
Indra adalah tauke karet yang biasa menjual karet dari Babat Toman ke Palembang dengan mengendarai truk. Seusai menjual karet di PT Lingga Jaya, pukul 11.00 korban pergi mencairkan cek pembayaran karet.
Korban menggunakan ojek yang dikemudikan Fauzi menuju bank yang berjarak sekitar 10 kilometer dari tempat parkir truk untuk mencairkan cek. Sopir truk, Suhairi, menunggu di Jalan Yusuf Singadikane.
Siang itu, korban mencairkan uang Rp 100 juta. Perjalanan dari bank menuju tempat parkir truk aman dan lancar.
Namun, begitu korban turun dari ojek, tiba-tiba disergap empat perampok yang menggunakan dua sepeda motor. Dua perampok di antaranya langsung menusuk korban sekaligus mengambil tas yang berisi uang.
Melihat kejadian itu, Fauzi dan Suhairi ingin menolong Indra. Namun, kedua orang itu ikut ditusuk perampok di bagian punggung mereka, sedangkan Indra tewas karena terkena tusukan di punggung dan dada.
Menurut Kepala Poltabes Palembang Komisaris Besar Luki Hermawan melalui Kepala Polsek Kertapati Ajun Komisaris Rudi Isroni, Jumat, perampok adalah Jhon, Syafei, Medi, dan Ujang. Mereka sudah mengamati gerak-gerik korban dan sudah hafal kebiasaannya menjual karet, lalu mencairkan cek ke bank.
Polisi berhasil menangkap Jhon yang saat itu terjatuh dari motor saat mau mencoba melarikan diri. Tiga pelaku lainnya kabur dan terus diburu polisi setempat.
”Pengakuan tersangka Jhon, pelaku penusukan yang menewaskan korban adalah Syafei,” kata Rudi.
Menurut Rudi, polisi sedang memburu tersangka dan menggiatkan patroli untuk mencegah terulangnya peristiwa itu. Berdasarkan penyelidikan, para pelaku adalah orang di sekitar lokasi.
”Kami sudah mengantongi identitas para tersangka yang kabur,” kata Rudi.
Maraknya aksi perampokan sangat meresahkan warga. Mereka selalu berharap polisi lebih bertindak tegas sehingga aksi kejahatan terbebas dari kehidupan Palembang. Itulah tantangan kota ini jika ingin menjadi tuan rumah pesta olahraga Asia Tenggara.