Penyuapan

Anggodo: Inisiatif Antasari

Kompas.com - 23/01/2010, 03:54 WIB

Jakarta, Kompas - Anggodo Widjojo menyebut Antasari Azhar, mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, yang memiliki inisiatif untuk bertemu dengan Anggoro Widjojo di Hotel Shangrila Singapura, 11 Oktober 2008. Anggoro adalah kakak Anggodo yang menjadi buron dalam dugaan korupsi Sistem Komunikasi Radio Terpadu.

Kuasa hukum Anggodo, Tomson Situmeang, menyampaikan hal itu sesuai pemeriksaan kliennya di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (22/1). Pemeriksaan tersebut adalah yang keempat sejak dia ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan upaya penyuapan dan menghalangi penindakan korupsi kasus korupsi SKRT.

”Tadi Anggodo ditanya tentang pertemuan di Singapura. Dijelaskan Anggodo bahwa itu atas inisiatif Antasari,” kata Tomson. Ketika pertemuan itu terjadi, menurut Tomson, Anggodo juga berada di Singapura, tetapi tidak ikut dalam pertemuan.

Anggodo sendiri, seusai dimintai keterangan oleh penyidik KPK, memilih bungkam dan tidak menjawab satu pun pertanyaan wartawan. Dia langsung masuk ke mobil tahanan yang membawanya kembali ke Rutan Cipinang.

Menurut Tomson, dari 12 pertanyaan yang diajukan kepada kliennya pada pemeriksaan kali ini, ada tujuh pertanyaan pokok, dua di antaranya mengenai keterkaitan dengan Antasari.

”Selain pertemuan di Singapura itu, Anggodo tadi juga menyebutkan bahwa pertemuan antara Antasari dan Ary Muladi di Malang juga terjadi atas inisiatif Antasari,” kata Tomson.

Menurut Tomson, KPK belum menanyai Anggodo terkait dengan sejumlah pejabat kejaksaan dan kepolisian yang disebut-sebut dalam rekaman yang diputar di Mahkamah Konstitusi, 3 November 2009. (aik)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau