Warna Rambut yang Cocok untuk Kulit Asia

Kompas.com - 23/01/2010, 10:28 WIB

KOMPAS.com - Terkadang mengubah tatanan dan warna rambut menjadi lebih gelap atau terang akan membuat kita tampil lebih fresh. Namun akan lebih baik Anda mencari tahu terlebih dahulu warna rambut yang memang cocok dengan warna kulit Anda, dan warna apa yang harus Anda hindari.

Seperti yang kita tahu, wanita Asia sulit untuk mewarnai rambut mereka yang cenderung menolak warna (seringkali warna tidak membaur sempurna). Kalau pun berhasil, umumnya hasil pewarnaan kurang menarik dan tidak "masuk" dengan warna kulit mereka. Terutama jika Anda memilih warna pirang atau blonde. Cara terbaik untuk memilih warna adalah dengan mengonsultasikannya pada penata rambut.

Jika Anda ingin mencoba melakukan pewarnaan sendiri di rumah, berikut adalah hal-hal yang perlu Anda ketahui agar mendapatkan warna yang tepat.

* Warna keseluruhan. Warna rambut hitam amat sinkron dengan warna kulit yang putih atau pucat. Namun kebanyakan rambut orang Asia memiliki tone yang berbeda-beda, dengan warna yang pudar dan tidak pekat. Menurut ahli rambut Vietnam, Ngoc Huynh, kalau Anda ingin menambah dimensi yang berbeda pada rambut Anda, maka Anda bisa menggunakan efek atau nuansa warna tembaga dan coklat tua. Ia mengakui bahwa kebanyakan kliennya suka menggunakan warna coklat keemasan dan coklat pekat, atau warna kayu manis. Situs hairhighlights.org menyebutkan bahwa warna-warna seperti ungu, putih, pirang keperakan, dan biru tua, harus dihindari karena akan berbenturan dengan warna kulit orang Asia.

* Warna berlapis. Mewarnai pada bagian atas rambut akan memberikan pantulan dari warna asli rambut Anda yang lebih pekat. Cara ini juga bagus untuk memberikan efek ganda pada warna rambut saat diterpa cahaya. Keuntungannya? Warna rambut Anda bisa tampil amat berbeda dengan memberikan efek dua warna sekaligus, tergantung apakah Anda mengikat rambut Anda pada bagian atas atau bawah. Selain itu juga menambah daya tarik tersendiri dari efek kemilau yang ditimbulkan pada warna rambut bagian atas.

* Highlights. Warna rambut orang Asia jadi tampil amat berbeda dengan cara ini. Menurut Kyle White, ahli pewarnaan rambut senior di Oscar Blandi Salon, New York, ada banyak keuntungan yang didapat dengan cara highlights. Rambut terlihat jatuh atau enteng (tidak seperti dilapisi) dan tampak amat alami. Ada banyak plihan warna yang bisa Anda pakai untuk cara ini, misalnya ungu terong, warna mahoni atau merah kecoklatan, atau burgundi. Namun hati-hati mengaplikasikannya, karena kalau terlalu tebal maka warna rambut akan terlihat palsu.

* Lightening. Jangan terpaku dengan keinginan untuk tampil pirang, ikuti anjuran dan tahapannya, terutama jika Anda ingin mencerahkan warna rambut Anda. White merekomendasikan untuk meminta bantuan penata rambut yang memang terbiasa untuk melakukan pewarnaan rambut, untuk menghindari rambut menjadi merah dan rusak, atau berubah menjadi warna oranye yang kusam. Jangan terlalu ekstrem, sebab warna-warna hangat dan terlalu terang tidak akan menyatu dengan warna rambut alami Anda.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau