TNI AU Akan Beli Satu Skuadron Pesawat dari Brasil

Kompas.com - 23/01/2010, 12:18 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — KSAU Marsekal Madya TNI Imam Sufaat mengatakan, tahun ini TNI AU akan membeli pesawat tempur "Super Volcano" dari Brasil untuk menggantikan pesawat OV-10.
     
"Kami berencana membeli 16 pesawat "Super Tucano" atau satu skuadron. Kami telah mengajukan anggaran pembelian pesawat tersebut kepada pemerintah, mudah-mudahan disetujui," katanya di Akademi Angkatan Udara (AAU) Yogyakarta, Sabtu (23/1/2010).
     
Seusai memimpin upacara serah terima jabatan Gubernur AAU dari Marsekal Muda (Marsda) TNI BS Silaen kepada Marsekal Pertama TNI Sru Artjarjo Andreas, ia mengatakan, pengadaan pesawat "Super Tucano" untuk menggantikan pesawat OV-10 itu merupakan program TNI AU pada tahun ini.
     
"Program itu sebagai upaya memperbarui alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI AU, khususnya pesawat tempur, dan menambah kekuatan dirgantara Indonesia," katanya.
     
Selain membeli pesawat tempur "Super Tucano" dari Brasil, dia mengatakan bahwa TNI AU pada tahun ini juga akan mendatangkan tiga pesawat tempur Sukhoi dari Rusia.

"Ketiga pesawat Sukhoi itu diharapkan tiba di Indonesia sebelum Oktober 2010. Dengan tambahan tiga pesawat itu, TNI AU memiliki 10 pesawat tempur Sukhoi," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau