Wartawan Dikira Maling

Kompas.com - 24/01/2010, 06:15 WIB

KOMPAS.com — Seorang wartawan senior bernama Fang mendadak gugup dan pucat pasi saat ramai-ramai diteriaki maling oleh sejumlah pengunjung sebuah pusat kebudayaan di Bali. Seumur-umur berkarier jadi wartawan, inilah rasa malu yang nyaris tak tertahankan.

Ceritanya, sekitar pekan kedua Desember 2009, dengan maksud meliput sebuah pembukaan pameran seni, Fang membawa sebuah laptop. Saat dirasa telah cukup mendapat bahan tulisan, ia menumpang menulis di kantor pusat kebudayaan itu. Karena tidak ingin diganggu, Fang merasa perlu mengunci dua pintu, yang menjadi akses ke dalam kantor.

Tak berapa lama, seorang petugas bermaksud mengambil air mineral di salah satu ruangan kantor itu. "Saya terkejut, kok pintunya terkunci," tutur Ari, pegawai setempat. Ari menggedor-gedor pintu sampai sekitar 10 menit. Tak juga ada sahutan. Ia malah berpikir, siapa yang jahil mengunci pintu yang biasanya dibiarkan terbuka itu.

Setelah beberapa waktu berlalu, seorang petugas cleaning service bernama Heru berinisiatif masuk lewat jendela di bagian belakang kantor. Entah apa yang terjadi, tiba-tiba terdengar teriakan "maling, maling, maling...!" dari dalam kantor. Dalam sekejap, puluhan orang yang sedang menyaksikan pameran seni rupa di situ berdatangan ke arah kantor.

Ketika akhirnya pintu dibuka, tampak Fang yang salah tingkah dan gugup berhadapan dengan banyak orang. "Kenapa pintunya dikunci dari dalam?" tanya Ari.

"Soalnya di dalam ada laptop...," jawab Fang cepat. Lho? Sebagian besar yang hadir malah terbengong-bengong.

"Maksud elu?” celetuk seseorang. Lalu, mereka berbarengan tertawa setelah tahu Fang yang mengunci pintu dari dalam. "Ah, aneh pintu dikunci dari dalam kok takut kehilangan laptop... bilang aja enggak bisa nulis di tempat ramai, he-he-he...," ujar beberapa orang berbarengan. Kontan muka Fang memerah, apalagi mengingat ia diteriaki maling.... (CAN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau