KOMPAS.com — Seorang wartawan senior bernama Fang mendadak gugup dan pucat pasi saat ramai-ramai diteriaki maling oleh sejumlah pengunjung sebuah pusat kebudayaan di Bali. Seumur-umur berkarier jadi wartawan, inilah rasa malu yang nyaris tak tertahankan.
Ceritanya, sekitar pekan kedua Desember 2009, dengan maksud meliput sebuah pembukaan pameran seni, Fang membawa sebuah laptop. Saat dirasa telah cukup mendapat bahan tulisan, ia menumpang menulis di kantor pusat kebudayaan itu. Karena tidak ingin diganggu, Fang merasa perlu mengunci dua pintu, yang menjadi akses ke dalam kantor.
Tak berapa lama, seorang petugas bermaksud mengambil air mineral di salah satu ruangan kantor itu. "Saya terkejut, kok pintunya terkunci," tutur Ari, pegawai setempat. Ari menggedor-gedor pintu sampai sekitar 10 menit. Tak juga ada sahutan. Ia malah berpikir, siapa yang jahil mengunci pintu yang biasanya dibiarkan terbuka itu.
Setelah beberapa waktu berlalu, seorang petugas cleaning service bernama Heru berinisiatif masuk lewat jendela di bagian belakang kantor. Entah apa yang terjadi, tiba-tiba terdengar teriakan "maling, maling, maling...!" dari dalam kantor. Dalam sekejap, puluhan orang yang sedang menyaksikan pameran seni rupa di situ berdatangan ke arah kantor.
Ketika akhirnya pintu dibuka, tampak Fang yang salah tingkah dan gugup berhadapan dengan banyak orang. "Kenapa pintunya dikunci dari dalam?" tanya Ari.
"Soalnya di dalam ada laptop...," jawab Fang cepat. Lho? Sebagian besar yang hadir malah terbengong-bengong.
"Maksud elu?” celetuk seseorang. Lalu, mereka berbarengan tertawa setelah tahu Fang yang mengunci pintu dari dalam. "Ah, aneh pintu dikunci dari dalam kok takut kehilangan laptop... bilang aja enggak bisa nulis di tempat ramai, he-he-he...," ujar beberapa orang berbarengan. Kontan muka Fang memerah, apalagi mengingat ia diteriaki maling.... (CAN)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang