Puyol-Xavi Demo Tolak Robinho

Kompas.com - 24/01/2010, 19:06 WIB

BARCELONA, KOMPAS.com - Media-media Inggris dan Spanyol memberitakan, pemain Barcelona, Carles Puyol dan Xavi Hernandez menghadap klub dan meminta mereka membatalkan rencana membeli penyerang Manchester City. Menurut mereka, skuad Barcelona sudah lengkap dan karenanya, kedatangan Robinho dinilai bakal merusak keharmonisan kamar ganti.

Pelatih Josep "Pep" Guardiola sudah lama tertarik kepada Robinho. Awal musim ini, Barcelona pun berusaha memenuhi hasrat Pep dan membuka negosiasi dengan City untuk Robinho. Sayangnya, usaha mereka kandas karena City ngotot mempertahankan Robinho.

Memasuki paruh kedua musim ini, sikap City terhadap Robinho berubah. Pelatih Roberto Mancini kecewa kepada Robinho dan serius mempertimbangkan penjualan. Menurut media Inggris dan Spanyol, Barcelona merespons situasi itu dengan menyiapkan proposal penawaran baru untuk Robinho.

City disebut sangat antusias dengan reaksi Barcelona. Pasalnya, mereka berharap bisa menjual Robinho dan sebagai gantinya akan mendapatkan Bojan Krkic. Untuk itu, City bahkan siap bernegosiasi dengan Barcelona untuk tawaran peminjaman dengan opsi pembelian di akhir musim.

Namun, dengan munculnya aksi penolakan dari pemain senior dan berpengaruh seperti Puyol dan Xavi, dinilai akan membuat Pep dan klub berubah pikiran. Bagi City, penolakan Barcelona akan memaksa mereka bernegosiasi dengan Benfica dan Santos, yang juga menginginkan Robinho. (DM)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau