278 Tarif Impor Indonesia-China Masih Direnegosiasi

Kompas.com - 25/01/2010, 09:15 WIB

TANJUNG PINANG, KOMPAS.com — Ketua Badan Anggaran DPR Harry Azhar Azis mengatakan, sebanyak 278 tarif impor Indonesia-China terkait dengan pemberlakuan China-ASEAN Free Trade Area (CAFTA) masih direnegosiasi.

"Sebanyak 278 tarif yang masih direnegosiasikan pemberlakuannya tersebut untuk menjaga ketahanan industri dalam negeri," kata Harry di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, Minggu (24/1/2010).

Harry mengatakan, dari 1.700 lebih tarif impor yang sudah menjadi nol, 278 tarif di antaranya masih dilakukan pembicaraan ulang dan baru akan diberlakukan tarifnya menjadi nol pada akhir 2010.

"Tarif biaya masuk produk China yang 278 tersebut akan dibahas lagi di Komisi VI DPR untuk proteksi industri dalam negeri dan akan menjadi nol pada tahun 2010 dengan cara bertahap," ujarnya.

Dia mengatakan, Indonesia bisa saja menolak pemberlakuan tarif menjadi nol dari 278 jenis tarif tersebut. Namun, hal itu tidak bisa dilakukan karena akan memicu penyelundupan dari negara tetangga. "Tentu penolakan juga tidak akan efektif karena akan terjadi penyelundupan dengan harga yang murah," ungkapnya.

Harry mengatakan, bea masuk yang ditargetkan dalam APBN Rp 9 triliun dengan adanya CAFTA juga akan berkurang sebanyak Rp 2 triliun. "Bea masuk akan berkurang Rp 2 triliun dari 17,9 persen porsi impor Indonesia-China," katanya.

Menurut dia, yang terkena imbas dari pemberlakuan CAFTA adalah industri tekstil, mainan, sepatu, elektronik, termasuk beberapa industri lain yang belum berdampak terlalu besar.

"Disatu sisi pemberlakukan CAFTA tersebut menguntungkan konsumen karena banyak pilihan dengan harga murah, namun disisi lain merugikan dikalangan industri dalam negeri yang menyebabkan akan terjadinya peningkatan pengangguran akibat PHK," ujar Harry, politisi dari Partai Golkar daerah pemilihan Kepri.

CAFTA dimulai dari tahun 2002 dan mulai efektif pada tahun 2004, pemberlakukan tarif impor menjadi nol dimulai pada 2010 untuk 1.700 lebih tarif yang dilakukan secara bertahap.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau