JAKARTA, KOMPAS.com — Bank Indonesia (BI) siap memfasilitasi perbankan nasional yang akan mengembangkan sayapnya di dunia internasional.
Deputi Gubernur BI Muliaman D Hadad menyatakan, pihaknya melihat kondisi perbankan nasional saat ini sudah cukup kuat dan mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. Ini semakin membuka peluang bagi perbankan yang mulai melirik pasar global.
"Kita tidak perlu berkecil hati karena industri perbankan kita sudah cukup kuat, bahkan ada yang melirik pasar global," kata ujar Muliaman saat Dialog Industri Perbankan Tahun 2010 di Gedung Serbaguna Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Jakarta, Senin (25/1/2010).
Dia menegaskan, bila diperlukan, pihaknya bakal memfasilitasi perbankan nasional untuk berbicara dengan otoritas perbankan negara lain agar memperoleh payung hukum untuk go global. Terkait dengan hal itu, BI juga bakal melakukan pembicaraan dengan negara-negara anggota G-20.
"Sebagai anggota G-20, kita bisa berbicara dengan otoritas dari negara lain agar dapat dipayungi untuk go global," cetusnya.
Dialog Industri Perbankan ini digelar LPPI untuk memfasilitasi pertemuan antara pelaku industri perbankan dan pihak regulator. Di sini dibahas lebih lanjut agenda yang akan dilakukan dalam menjawab peluang dan tantangan yang ada pada sistem perbankan Indonesia 2010.
Acara ini sekaligus merupakan forum untuk memperdalam acara Bankers Dinner yang diadakan BI pada 22 Januari 2010. Hadir dalam dialog ini para Pengurus Asosiasi Perbankan terkait dan segenap direksi atau eselon I dari bank pemerintah, bank pembangunan daerah, bank umum swasta nasional, bank campuran, bank syariah, bank asing, dan bank perkreditan rakyat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang