Cameron Diaz Tekanan Media

Kompas.com - 25/01/2010, 11:45 WIB

LOS ANGELES, KOMPAS.com — Aktris Hollywood, Cameron Diaz (37), kini merasakan tekanan dari media massa lebih agresif dibanding pengalamannya tahun 1994. Diaz akhirnya benci dengan perhatian media massa yang ia dapatkan karena popularitasnya.

 

Menjadi orang terkenal justru membuat Diaz tak nyaman. Alasan dari media massa bahwa banyak penggemar yang ingin mengetahui kisah kehidupannya tak bisa ia terima.

 

Dia bersikeras, fotografer terlalu agresif memasuki ranah pribadi. "Beberapa orang memberi nasihat jika menjadi selebriti harus mau kompromi dengan publikasi seperti itu, tetapi 10 tahun lalu kayaknya enggak seperti ini, deh," katanya.

 

"Saya tak tahu apa yang terjadi dengan masyarakat kita, semua media agresif. Menurut saya, kita harus mengakhiri hal seperti ini. Ini adalah bagian dari apa yang diinginkan masyarakat dan juga harapan dari semua orang yang berada di posisi saya," katanya.

 

Diaz akhirnya banyak belajar dengan fenomena agresivitas media ini dan selalu hati-hati menghadapi sorotan media. "Saya sangat sadar tiap patah kata yang saya keluarkan di depan media," kata bintang Charlie’s Angels: Full Throttle (2003) ini.

 

Saat ini Diaz sedang sibuk mempromosikan film terbarunya, The Box (2009). (WENN/AMR)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau