Arumi: Pembobol Seharusnya Bantu Penyelidikan

Kompas.com - 25/01/2010, 15:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemain film dan model Arumi Bachin berpendapat, pembobolan rekening nasabah bank melalui ATM bukan merupakan kesalahan bank.

 

"Sebenarnya ini bukan salah bank. Memang bank itu terjamin. Mungkin ini ulah dari orang luar, dia pakai skimmer," kata Arumi ketika ditemui di Jalan Duren Tiga Raya, Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (25/1/2010).

 

Arumi, yang menyimpan uang hasil kerja kerasnya di bank, mengaku tak cemas. "Enggak sih, aku mencari uang sendiri dan percaya sama bank," ujarnya.

 

Namun, dengan pemberitaan yang menggemparkan, akunya lagi, ia sempat was-was juga. "Aku kaget, wow bisa sampai banyak (rekening yang dibobol), sebesar apa kerugiannya," ucapnya. Tapi, ia kemudian bisa bernapas lega. "Belum ada (pembobolan terhadap rekeningnya). Belum pernah. Jangan sampai," ucapnya.

 

Sebagai salah satu nasabah, Arumi berharap agar pelaku kejahatan itu tidak cuma ditangkap, tetapi sekalian dimanfaatkan sebagai orang yang membantu polisi dalam penyelidikan. "Orang seperti itu jangan ditangkap. Itu bisa berfungsi untuk negara dan bisa dipakai lembaga pemerintahan. Seperti contohnya, FBI perlu hacker untuk tahu data orang-orang lain," tutupnya. (C7-09)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau