JEMBER, KOMPAS.com - Selama Januari tahun 2010, ada empat pasien gizi buruk yang dirawat. Namun satu pasien dirujuk ke RSUD dr Soetomo Surabaya untuk perawatan medis lebih lanjut.
"Dari empat pasien gizi buruk itu, satu di antaranya berasal dari rujukan rumah sakit di Situbondo," kata Judi Nugroho.
Humas Dinas Kesehatan, Jember, Yumarlis mengatakan, jumlah balita yang kekurangan gizi di Jember pada tahun 2009 sebanyak 20.636 balita atau 14,2 persen dari total balita.
"Jumlah balita di Jember sebanyak 145.324 anak. Kami instruksikan kepada seluruh puskesmas untuk memantau perkembangan balita yang kekurangan gizi," katanya.
Ia menjelaskan, dari 20.636 balita yang kekurangan gizi tercatat 98 balita di antaranya adalah balita yang menderita gizi buruk jenis kwasiorkhor, marasmik, dan gabungan keduanya.
"Persoalan gizi buruk tidak bisa ditangani oleh Dinkes saja, namun semua pihak, termasuk masyarakat, harus berperan aktif untuk mengurangi kasus gizi buruk di Jember," katanya menegaskan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang