JAKARTA, KOMPAS.com — Harga beras yang melonjak dalam beberapa hari ini diperkirakan bakal memengaruhi laju inflasi bulan Januari 2010 ini. Ekonom Danareksa Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan angka inflasi bulan ini bakal naik dibandingkan bulan sebelumnya menjadi 0,6 persen.
"Beras ini cukup berpengaruh terhadap inflasi," kata Purbaya, Jakarta, Senin (25/1/2010).
Seperti diberitakan, inflasi pada akhir tahun lalu hanya sebesar 0,33 persen. Sementara sepanjang tahun 2009 inflasi mencapai titik terendah dalam satu dekade terakhir, yakni 2,78 persen. Untuk tahun ini pemerintah memproyeksikan angka inflasi mencapai 5,5 persen.
Menurut Purbaya, inflasi di kisaran 0,5 sampai dengan 0,6 persen merupakan angka yang normal sehingga tidak perlu dikhawatirkan. "Masih normal," cetusnya.
Diketahui, kenaikan harga beras sangat dipengaruhi oleh musim panen. Menurut Purbaya, kenaikan harga beras kali ini juga disebabkan oleh keterlambatan musim panen. Di sisi lain, tambah Purbaya, pemerintah sepertinya belum mengeluarkan cadangan beras yang dimiliki. Biasanya, kenaikan harga beras akan diikuti oleh kenaikan harga bahan pokok lainnya sehingga bakal mendongkrak angka inflasi.
"Kalau beras naik, biasanya akan diikuti oleh kenaikan lainnya," ujarnya.
Purbaya mengungkapkan angka inflasi pada tahun ini maksimal akan berada di kisaran 6 persen atau lebih tinggi dibandingkan proyeksi pemerintah yang mencapai 5,5 persen. Diperkirakan, tekanan akan terjadi ketika masuk semester kedua dan akhir tahun nanti.
Adapun untuk harga BBM tidak akan terlalu berpengaruh semasa pemerintah tetap menjamin subsidi yang diberikan. "Harga minyak dunia diperkirakan sekitar 60 dollar AS hingga 80 dollar per barel,"pungkasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang