Darmin: Pelemahan Rupiah Hanya Sementara

Kompas.com - 25/01/2010, 18:24 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com  - Pejabat sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution menegaskan bahwa pelemahan rupiah yang terjadi beberapa hari ini hanya akan bersifat sementara. Darmin mengatakan hal ini saat ditemui di gedung Kementrian Keuangan, Jakarta, Senin (25/1/10). 

"Iya, (pelemahan rupiah) ini bersifat sementara sekali," ujarnya. Pelemahan rupiah sudah terjadi sejak pekan lalu dan untuk pertama kalinya kembali menembus kisaran Rp 9.300 per dollar AS.

Menurut Darmin, pelemahan rupiah ini dipicu oleh sejumlah sentimen negatif termasuk kebijakan dari China untuk memperketat kredit membuat mata uang regional lainnya bertumbangan. Investor cenderung memilih mata uang yang aman meski berimbal hasil rendah dan menghindari mata uang yang lebih berisiko. Ini kemudian mendongkrak dollar AS meningkat sehingga rupiah menjadi melemah. 

"Ini kan karena wacana berwacana lagi. Jadi macam-macam itu sebenarnya yang kemudian mendorong Indeks dari dollar AS meningkat selama 2-3 hari ini," jelasnya. 

Meski demikian, Darmin menegaskan bahwa pelemahan rupiah ini tidak perlu dikhawatirkan. Saat ini, kondisi sudah mulai normal dan diharapkan rupiah kembali stabil dalam waktu dekat ini. 

"Kalau kita perhatikan situasinya sudah mulai mereda lagi. Kita masih melihat bahwa dollar AS cenderungnya sebetulnya tidak menguat karena pelemahan rupiah ini hanya dikarenakan oleh kebijakan-kebijakan di luar. Sehingga kalau menurut saya sebenarnya tidak ada yang perlu dikhawatirkan," tandasnya. 

Diketahui, kurs tengah rupiah pada hari ini ditutup di level Rp 9.340 per dollar AS atau melemah bila dibandingkan dengan perdagangan pagi ini yang sempat berada di Rp 9.355 per dollar AS. Sementara, kurs jual rupiah hari ini berada di level Rp 9.387 dan kurs beli di Rp 9.293 per dollar AS.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau