BANDAR LAMPUNG, KOMPAS - Tim pengungkapan pencurian dengan kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Kepolisian Daerah Lampung berhasil menemukan dan menyita uang senilai Rp 367,660 juta. Uang tersebut dipastikan merupakan bagian dari hasil perampokan dana Bank Mandiri senilai Rp 2,7 miliar pada 22 Desember 2009 di depan gerbang utama PT Gunung Madu Plantations, Lampung Tengah.
Direktur Reserse Kriminal (Direskrim) Kepolisian Daerah (Polda) Lampung Komisaris Besar Darmawan Sutawijaya, Senin (25/1) mengatakan, temuan uang tersebut didapatkan setelah tim ungkap kasus menanyai Sutrisno, pelaku perampok yang berhasil ditangkap pada 20 Januari 2010.
"Dari Sutrisnolah kami berhasil mengungkap persembunyian sebagian uang hasil rampokan," ujar Darmawan.
Darmawan mengatakan, dari hasil pemeriksaan terhadap Sutrisno diperoleh informasi bahwa tersangka Nuzulian Somad, pelaku perampokan lainnya yang ditangkap akhir Desember 2009 dan merupakan otak perampokan, mendapatkan pembagian uang hasil pencurian dengan kekerasan Bank Mandiri. Somad diketahui mendapat satu kantung kecil berukuran lima kilogram dan satu kantung plastik.
Dari informasi tersebut penyidik melakukan pemeriksaan terhadap Somad. Somad sendiri mengakui ia menyimpan uang di rumah Mustakim bin Idris Sukat, orangtuanya yang beralamat di Bedeng sangaji, Terusan Nunyai, Lampung Tengah.
Tim ungkap curas mendatangi alamat tersebut pada 22 Januari 2010 dan mendapati uang senilai Rp 367,660 juta yang masih berlabel Bank Mandiri tersebut disimpan di gudang rumah dan ditutupi kayu-kayu.
"Total uang hasil perampokan yang sudah berhasil kami selamatkan sekitar Rp 1,14 miliar," ujar Darmawan.
Untuk uang hasil rampokan sisanya, polisi masih akan terus mencari dengan cara memburu tiga pelaku yang maish buron. Polisi juga akan menyocokkan dengan data Bank Mandiri.
Sementara itu, selain pengejaran polisi sudah memeriksa 10 orang saksi dari Bank Mandiri dan juga orangtua Somad. (hln)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang