JERUSALEM, KOMPAS.com - Istri perdana menteri Israel, Sara Netanyahu menuntut sebuah surat kabar setempat lantaran diduga telah melakukan fitnah dan pencemaran nama baik. Sara menuntut ganti rugi senilai 270.000 dolar (setara Rp 2,5 miliar) atas apa yang dilakukan Surat Kabar Maariv tersebut.
Dia juga menuntut permintaan maaf dan koreksi pada edisi terbitan pekan lalu yang menyatakan dirinya telah memecat seorang tukang kebun berusia 70 tahun yang bekerja di kediaman resmi perdana menteri. Pria itu diketahui telah kehilangan anak laki-lakinya dalam perang Israel.
Sara Netanyahu dalam gugatan yang diajukan ke Pengadilan Jerusalem hari Senin menyatakan dia tidak pernah memecat siapa pun, sehingga berita itu tidak benar. Dia mengatakan, wartawan Ben Caspit pernah meminta tanggapannya, namun surat kabar ini hanya mencoba untuk mempermalukan dirinya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang