Trik Hindari Ajakan Bercinta

Kompas.com - 26/01/2010, 07:23 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Tidak setiap kali tubuh kita bugar dan fit. Karena itu, bila pasangan hendak mengajak berhubungan seks, buat kita, tentu hal yang tidak begitu menyenangkan. Kita bahkan mungkin tidak bisa menikmatinya. Demikian pula pasangan. Menolak terus terang, bisa jadi menyakitkan. Sebab itu, perlu cara untuk menghindari secara halus.

Berikut ada beberapa cara yang diberikan Glenn Wilson, psikolog yang juga pakar dalam hal tingkah laku seksual manusia, yang tinggal di London.

1.    Berpura-pura tidur sewaktu pasangan naik ke tempat tidur.

2.    Pura-pura sedang mengalami menstruasi yang lebih lama, lebih berat, dan lebih menyakitkan.

3.    Tidak tidur bersamaan waktunya dengan pasangan sambil menyatakan, “Aku baru akan selesai sebentar lagi. Nanti kususul.”

4.    Tiba-tiba ingat bahwa Anda harus menelepon atau mengunci pintu saat pasangan sedang hendak mencumbu Anda.

5.    Mempermasalahkan gejala sakit ringan, seperti flu dan sakit kepala yang dibuat-buat yang cukup untuk dijadikan alasan.

6.    Tidak memerhatikan penampilan sehingga pasangan menjauhi Anda.

7.    Berpura-pura tidak memerhatikan tanda-tanda implisit dari pasangan dan konsentrasi pada buku atau televisi. @abd

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau