Butuh Konsistensi Pemerintah Cegah Penyakit Menular

Kompas.com - 26/01/2010, 07:52 WIB

PONTIANAK, KOMPAS.com — Ketua Komisi Nasional Flu Burung dan Pandemi Influenza Bayu Krisnamurti meminta konsistensi pemerintah dalam mencegah dan mengantisipasi ancaman penyakit menular melalui hewan.

"Dari semua penyakit menular yang menjadi wabah, 60 persen di antaranya dari hewan," kata Bayu Krisnamurti di sela-sela deklarasi Kalimantan Barat Bebas Flu Burung di Pontianak, Senin  (25/1/2010) malam.

Ia mencontohkan, HIV/AIDS yang bermula dari hewan monyet, rabies dari anjing, dan flu burung dari unggas. "Di Bali, ada rabies, wisatawan turun sampai 40 persen," katanya.

Kalbar, lanjutnya, telah menunjukkan konsistensi dalam menjalankan tindak penanganan dan pencegahan flu burung.  Kondisi itu membuat Kalbar menjadi satu-satunya provinsi tertular yang dinyatakan telah bebas penyakit flu burung.

"Konsistensi kebijakan yang dilakukan secara terus-menerus melakukan semua prosedur standar operasional dalam menangani flu burung," ujarnya.

Pengamatan yang cepat, pemusnahan unggas yang sakit secara cepat dan tegas, serta pengawasan lalu lintas hewan mampu dilakukan Kalbar. Kalbar terkena flu burung pada Februari 2004. Sejak Mei 2004 tidak ditemukan lagi adanya serangan flu burung. Namun, pada 16 Desember 2009 Kalbar baru mendapat rekomendasi bebas flu burung dari Komisi Ahli dan Kesehatan Hewan Veteriner.

Flu burung nantinya akan menjadi penyakit yang ditangani di tingkat internal, seperti dinas pertanian dan dinas kesehatan serta organisasi nonpemerintah yang ada di pemerintahan seiring dengan berakhirnya masa kerja Komnas Flu Burung dan Pandemi Influenza. Selain flu burung, ia juga berharap dapat dinyatakan terbebas dari rabies.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalbar Abdul Manaf Mustafa mengakui bahwa upaya mendapatkan sertifikat itu tidak mudah dan membutuhkan kerja keras. Sejak tahun 2007 telah diajukan permohonan pemberian sertifikat karena kasus terakhir flu burung ditemukan pada 2005.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau