Tak Kenal Nasrudin, Sigid Tolak Dakwaan Membunuh

Kompas.com - 26/01/2010, 10:51 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Terdakwa Sigid Haryo Wibisono secara tegas menolak dakwaan ikut berperan serta dalam upaya pembunuhan terhadap Direktur Utamat PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen.

Dalam persidangan dengan agenda pembelaan pribadi (pleidoi) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (26/1/2010), Sigid mengaku tidak mengenal Nasrudin sehingga tidak memiliki motivasi untuk membunuhnya.

"Mengapa saya didakwa membunuh, sementara saya tidak punya motif melakukan itu? Saya bahkan tidak mengenal korban sama sekali," kata Sigid kepada majelis hakim yang diketuai Charis Mardiyanto. 

Sigid mengatakan, keterlibatannya dalam kasus ini hanya sebatas membantu Antasari Azhar yang mengeluhkan adanya teror-teror. Dia mengaku hanya memberikan sumbang saran kepada Antasari, yang diakuinya sebagai sahabat, untuk menyelesaikan persoalan teror itu ke polisi.

"Satu-satunya yang mampu saya lakukan adalah menyarankan Antasari Azhar untuk melaporkan masalahnya ke polisi," tuturnya.

Kelanjutan kasus teror tersebut, kata Sigid, telah ditangani oleh pihak kepolisian yang dipimpin Kombes Chairul Anwar. Dalam perkenalan selanjutnya dengan Kombes Wiliardi Wizar, Sigid mengaku dimintai bantuan untuk kasus Antasari itu.

Karena merasa polisi merupakan pihak yang berwenang, Sigid pun merasa perlu memberikan bantuan kepada polisi. "Jadi, Yang Mulia, kalau ternyata tanpa saya ketahui Kombes Wiliardi melibatkan orang sipil seperti saya, apa saya ikut bersalah," ungkapnya.

Dalam sidang kali ini, Sigid berulang-ulang mengatakan tidak mungkin melakukan pembunuhan. Dia mengatakan, terlalu banyak yang dia korbankan jika sampai melakukan pembunuhan terhadap Nasrudin.

"Untuk apa saya mempertaruhkan masa depan anak-anak saya dengan membunuh orang yang tidak saya kenal," katanya dengan suara bergetar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau