JAKARTA, KOMPAS.com — Pembentukan Satgas Pemberantasan Mafia Hukum dinilai sebagai prestasi yang mendominasi rapor 100 hari pemerintahan SBY-Boediono di bidang hukum. Kinerja Satgas, termasuk inspeksi mendadak ke sel tahanan terdakwa korupsi Artalyta Suryani alias Ayin yang menghebohkan di Rutan Pondok Bambu, direspons positif oleh Mahkamah Konstitusi (MK) dan Komisi III DPR RI.
Tak hanya itu, Ketua MK Mahfud MD juga menilai gerakan reformasi, meski baru dimulai, sudah tampak di instansi seperti Polri dan Kejaksaan. "Sebagai peletakan dasar-dasar pembenahan bolehlah, Satgas dibentuk, Polri berbenah diri, Kejaksaan juga. Sebagai langkah awal bisa. Kalau untuk bisa selesai semua, saya rasa tidak mungkinlah," tuturnya seusai rapat konsultasi dengan Komisi III DPR RI, Selasa (26/1/2010).
Hal serupa juga terlontar dari Ketua Komisi III Benny K Harman. Menurut Benny, komisi mencatat pembentukan Satgas menjadi prestasi sekaligus pekerjaan rumah pemerintahan SBY-Boediono di bidang hukum ke depannya. "Komisi III melihat tentu ada prestasi, ada yang berhasil, ada yang belum. Yang berhasil, program Satgas adalah langkah untuk menindaklanjuti janji kampanye. Tapi juga belum berhasil, tapi kan sedang dilakukan," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang