JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto meminta demonstran berlaku tertib dan tidak merusak fasilitas kota saat berunjuk rasa. Pengunjuk rasa juga diminta tidak menutup jalur lambat dan jalur bus transjakarta. "Warga yang ingin bekerja harus diberi kesempatan untuk lewat," kata Prijanto.
Untuk membantu pengunjuk rasa yang pingsan atau sakit, Pemerintah Provinsi DKI menyiapkan 12 ambulans beserta petugas paramedisnya.
Kepala Dinas Ketentraman dan Ketertiban DKI Jakarta Harianto Badjoeri mengatakan, pihaknya akan menyiapkan 3.500 petugas untuk membantu pengamanan jalannya unjuk rasa. Selain itu, pihaknya juga melarang adanya pedagang di sekitar massa.
Keberadaan pedagang akan menambah jumlah sampah seusai demonstrasi. Pada 9 Desember lalu, jumlah sampah seusai demonstrasi harus diangkut dengan 18 truk.
"Jika ada pedagang yang mendekat ke massa demonstrasi, kami akan mencegah mereka," kata Badjoeri.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang