MILAN, KOMPAS.com - Pelatih Inter Milan, Jose Mourinho, terancam sanksi dari Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) akibat pernyataannya tentang adanya konspirasi untuk menjatuhkan Inter.
Usai duel lawan AC Milan, Minggu (24/1/2010), Pelatih asal Portugal itu mengatakan bahwa ada beberapa tanda di mana konspirasi seperti itu memang ada. Kartu merah untuk gelandang Wesley Sneijder, misalnya, bukanlah sebuah kebetulan. Demikian pula dengan kartu kuning kedua untuk Lucio. Semua itu, menurutnya, menunjukkan adanya pihak-pihak yang ingin menjegal laju Inter meraih scudetto.
"Saya orang asing. Saya akan pergi dan masalah ini akan menjadi masalah Anda (sepak bola Italia)," kata Mourinho usai melawan Milan.
Perkataan itu membuat FIGC merasa tertampar. Wakil Presiden FIGC, Demetrio Albertini, sangat menyayangkan ucapan itu dan meminta penjelasan dari Mourinho.
"Dia sebaiknya menghindari bicara secara umum," kata Albertini. Jika dia punya unek-unek, dia sebaiknya menjelaskannya secara gamblang. Yang bisa saya katakan sebagai orang Italia adalah tidak akan ada masalah jika Mourinho meninggalkan kita."
Kini Mourinho tinggal menunggu keputusan apa yang akan diberikan FIGC. Biasanya, sanksi yang diberikan berupa denda atau larangan mendampingi tim.
Selain dia, Direktur Inter, Ernesto Paolillo, juga akan menerima sanksi karena kasus serupa, yakni pernyataan kontroversial di media massa. FIGC juga memberikan skors kepada Sneijder dan Lucio. (FBI)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang